Adik PM Najib sebut politik di Malaysia dalam kondisi gawat darurat

DUNIA | 7 Juli 2015 12:49 Reporter : Muhammad Radityo

Merdeka.com - Datuk Seri Nazir Razak mengatakan politik yang dijalankan kakaknya, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dalam kondisi tergawat sepanjang sejarah. Hal ini dia ungkapkan lantaran kasus suap yang menimpa kakaknya tersebut.

PM Najib disebut kecipratan dana USD 700 juta (setara Rp 9,3 triliun) selama Maret 2013 ke rekening pribadinya.

Sang adik yang prihatin dengan kasus itu menampilkan pemikiran kritisnya melalui unggahan foto di sosial media Instagram pribadinya ketika berada di Monumen Nasional Malaysia.

"Mereka (para pejuang) telah memberikan jiwa dan raganya untuk kami, bangsa dan negara. Dalam situasi pelik politik paling kelam sepanjang sejarah Malaysia kita wajib ingat bila negara bukanlah kepentingan perseorangan ataupun partai, melainkan rakyat sebagai hal yang utama," pesannya, seperti dikutip dari surat kabar AsiaOne, Senin, (6/7).

Nazir merupakan kepala CIMB group yang cukup vokal berkomentar akan hal yang berkaitan dengan BUMN 1MDB tersebut. Pada Mei lalu Nazir pernah mengecam petinggi eksekutif 1MDB karena ketidak hadirannya dalam Sidang Komite Akuntan Publik. Sebelumnya, Nazir juga sempat mempertanyakan terkait keterlambatan investasi BUMN itu pada Maret 2015.

Nazir Razak memang kerap mengkritisi pemerintahan, sebelumnya Nazir juga melayangkan kritiknya dengan unggahan foto "Truth. Next Exit", dengan pesan "Saya sangat berharap Intitusi negara dapat menyelesaikan masalah ini secepatnya, terhadap kebenaran rakyat Malaysia, yang merasa kehilangan dan terpecah, setelah kita temukan jalan keluarnya".

Baru-baru ini Nazir dikabarkan sedang membentuk sebuah LSM bersama Kepala Eksekutif Global Movement of Moderates Datuk Saifuddin Abdullah terkait konsen mereka di ranah politik dan sosial.

(mdk/ard)