Aktivis HAM Protes Inggris Undang Pangeran MBS ke Pemakaman Ratu Elizabeth

Aktivis HAM Protes Inggris Undang Pangeran MBS ke Pemakaman Ratu Elizabeth
pangeran muhammad bin salman. ©SPA
DUNIA | 18 September 2022 12:02 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Para aktivis HAM memprotes Inggris karena mengundang putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) ke pemakaman Ratu Elizabeth II. Ratu Elizabeth akan dimakamkan pada Senin (19/9).

Sejumlah sumber di Kedutaan Saudi mengonfirmasi bahwa MBS akan datang ke London akhir pekan ini, namun belim jelas apakah dia akan menghadiri pemakaman ratu Inggris tersebut.

Pangeran MBS diduga berada di balik pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018 lalu. Menurut laporan CIA, MBS menyetujui pembunuhan dan mutilasi Khashoggi di dalam konsulat Saudi di Istanbul. MBS dan pemerintah Saudi membantah tuduhan ini.

Tunangan Khashoggi, Hatice Gengiz mengatakan undangan itu dapat menjadi noda dalam mengenang Ratu Elizabeth. Dia menyerukan MBS ditangkap ketika mendarat di London, walaupun dia juga meragukan hal itu bisa terjadi.

Kelompok Campaign Against the Arms Trade (CAAT) menuding Saudi dan monarki-monarki di Teluk memanfaatkan pemakaman Ratu Elizabeth sebagai cara untuk "membersihkan" catatan buruk HAM mereka.

CAAT memperkirakan, sejak awal perang Yaman delapan tahun lalu, Inggris telah menjual senjata senilai USD23 miliar lebih ke koalisi yang dipimpin Saudi. (mdk/pan)

Baca juga:
Warga Bergantian Beri Penghormatan Terakhir Ratu Elizabeth II di Istana Westminster
Seorang Pria Ditangkap Setelah Dekati Peti Mati Ratu Elizabeth
Tirani Saudi Membungkam Suara Kaum Hawa
Wakili Raja Salman, Pangeran Muhammad bin Salman Pimpin Upacara Pencucian Ka'bah
Saudi akan Bangun Pencakar Langit Terbesar di Dunia Senilai Rp14.000 Triliun
Ini Tanggapan Pangeran MBS Saat Joe Biden Bahas Soal Pembunuhan Jamal Khashoggi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini