Aktivis Muda Greta Thunberg Masuk Nominasi Penghargaan Nobel

DUNIA | 23 September 2019 16:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Aktivis belia asal Swedia Greta Thunberg masuk nominasi untuk penghargaan Nobel Perdamaian tahun ini. Bocah 16 tahun itu diajukan oleh perwakilan parlemen Norwegia karena kegigihannya dalam menyuarakan bahaya perubahan iklim.

Anggota parlemen Norwegia Andre Ovstegard bersama dua rekannya dari Partai Kiri Sosialis beralasan, ancaman iklim mungkin dapat menyumbang kontribusi untuk penghentian perang dan konflik. Dikatakan, Thunberg telah menunjukkan perannya dalam perdamaian dunia dengan mendorong gerakan massa melawan perubahan iklim.

Mulai musim panas lalu, Thunberg setia melakukan protes di depan gedung parlemen Swedia setiap hari Jumat. Ia membolos dari sekolahnya demi menyuarakan kepeduliannya terhadap lingkungan. Thunberg menuntut langkah-langkah yang lebih efektif dalam menghadapi perubahan iklim.

Setelah mendapat kesempatan untuk berbicara dalam konferensi perubahan iklim PBB di Polandia dan forum Davos, Thunberg mulai menjadi inspirasi pemuda di seluruh dunia. Sejak itu, kampanye tentang perubahan iklim mulai bergema dari para pemuda di berbagai negara.

Sabtu (21/9) lalu, Thunberg dipercaya membuka pertemuan pemuda tentang perubahan iklim di markas PBB, New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini pertama kalinya diadakan oleh PBB, sebagai wujud dukungan atas seruan Thunberg. Ia juga sempat menghadiri kongres di AS, Rabu pekan lalu.

┬ęgrist

"Ini bukan waktu dan tempat untuk mimpi. Ini adalah waktunya untuk bangun," ujar Thunberg dengan lugas di tengah kongres yang diadakan Komite Luar Negeri AS.

Greta Thunberg disebut memiliki sindrom Asperger. Sindrom ini membuatnya kesulitan untuk melakukan interaksi sosial dan membaca komunikasi nonverbal.

"Kadang-kadang membuat saya sedikit melenceng dari norma," katanya mendeskripsikan diri sebagai remaja yang kerap dianggap berbeda dari teman seusianya.

Penghargaan Nobel dinilai pantas diterima Thunberg sebagai bentuk pengakuan atas komitmennya selama ini. Jika berhasil mendapat penghargaan tersebut, Thunberg akan menjadi pemenang Nobel termuda.

Sebelumnya, pemenang Nobel termuda diraih oleh Malala Yousafzai asal Pakistan. Ia mendapatkan gelar penghargaan Nobel perdamaian pada 2014 lalu, di usianya yang ke 17.

Penghargaan Nobel perdamaian tahun ini memiliki 304 kandidat, terdiri dari 219 individu dan 85 organisasi, komite Nobel Norwegia melaporkan bulan lalu.

Penghargaan Nobel pertama dibuat atas mandat Alfred Nobel, seorang kimiawan, insinyur, dan pebisnis asal Swedia. Dalam surat wasiatnya, Nobel memberikan hartanya untuk dijadikan penghargaan. Penghargaan Nobel diberikan setiap tanggal 10 Desember, bertepatan dengan hari peringatan kematian Nobel.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Baca juga:
Greta Thunberg Buka KTT Pemuda PBB Pertama Tentang Perubahan Iklim
Aksi Aktivis Iklim Blokir Jembatan Jannowitz Berlin
Aktivis 16 Tahun Ajak Remaja Seluruh Dunia Protes Iklim di Washington
Diskusi Soal Iklim, Anies Baswedan Akan Bertolak ke Denmark
Smartphone Ini Tak Cuma Alternatif iPhone, Namun Juga Ramah Lingkungan!
Greta Thunberg Tiba di New York Setelah 15 Hari Berlayar dengan Kapal Anti-Emisi

(mdk/pan)