Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Dinobatkan sebagai 'Person of the Year' TIME

DUNIA | 12 Desember 2019 11:20 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Aktivis perubahan iklim, Greta Thunberg dinobatkan sebagai tokoh 2019 atau Person of the Year 2019 majalah TIME. Greta mulai dikenal luas setelah memulai gerakan mogok sekolah setiap Jumat di depan Gedung Parlemen Swedia, menuntut pemerintah dan para pemangku kepentingan memberi perhatian pada isu perubahan iklim. Aksinya kemudian diikuti siswa lainnya di berbagai negara.

TIME mulai menobatkan 'Person of the Year' sejak 1927 dan sejak saat itu, Greta disebut sebagai orang termuda yang dipilih TIME. Demikian dilansir dari BBC, Kamis (12/12).

Aksi mogok sekolah dimulai Greta sejak tahun lalu. Aksinya kemudian diikuti di berbagai negara dengan tagar #FridaysForFuture.

Sejak saat itu, dia semakin vokal menyuarakan aksi terkait perubahan iklim, menginspirasi jutaan siswa terlibat dalam aksi tersebut di seluruh dunia. Awal tahun ini, dia juga dinominasikan sebagai kandidat peraih Nobel Perdamaian.

Dalam konferensi perubahan iklim PBB di New York pada September, dia mengecam para politikus yang mengandalkan generasi muda dalam menjawab tantangan perubahan iklim. Dalam pidatonya yang terkenal, dia mengatakan: "Kalian telah mencuri mimpi-mimpi saya dan masa kanak-kanak saya dengan omong kosong kalian. Kami akan mengawasi kalian."

Dalam akun Instagram resminya, Greta mengunggah cover majalah TIME edisi Person of the Year dengan sampul dirinya yang berdiri di pinggir pantai terkena tempias ombak.

"Wow, ini luar biasa! Saya berbagi kehormatan besar ini dengan setiap orang di gerakan #FridaysForFuture dan aktivis perubahan iklim di manapun," tulisnya.

Unggahan ini mendapat respons dari berbagai pihak. Salah satunya akun resmi UNICEF yang mengapresiasi dipilihnya Greta oleh majalah Amerika tersebut.

"Pengakuan yang sangat layak untukmu, dan semua pemuda dan anak-anak yang bersuara untuk #ClimateAction," tulisnya.

1 dari 1 halaman

Pemimpin Redaksi TIME, Edward Felsenthal mengatakan Greta menjadi suara paling nyaring dalam isu terbesar yang tengah dihadapi planet bumi. Hal tersebut disampaikan saat pengumuman keputusan ini di NBC.

"Pada dasarnya datang tidak dari mana-mana tapi kemudian memimpin gerakan di seluruh dunia," ujarnya.

Dalam catatannya yang dimuat dalam laman TIME, Felsenthal menyampaikan Greta setahun lalu adalah demonstran solo yang tiap Jumat datang dan duduk di depan gedung parlemen membawa poster yang ditulis sendiri berbunyi Skolstrejk fÃr Klimatet (Mogok Sekolah Demi Iklim). Namun kemudian dari satu aksi kecil itu, dia menginspirasi jutaan orang di lebih dari 150 negara untuk turun ke jalan atas nama planet yang kita tempati.

"Thunberg menuntut aksi, dan meskipun banyak langkah-langkah penting ke arah yang salah, ada tanda-tanda awal bakal ada tindakan telah nampak," jelasnya, dilansir dari TIME, Kamis (12/10). (mdk/pan)

Baca juga:
Greta Thunberg Tolak Hadiah Uang dan Penghargaan Lingkungan Hidup
Wapres JK Bahas Kekagumannya Pada Greta Thunberg di Pertemuan SDG's 2019
Greta Thunberg Raih Penghargaan
Presiden Trump Ejek Aktivis Iklim Greta Thunberg di Twitter
Ketika Suara Belia Paksa Pemimpin Dunia untuk Bertindak Bagi Bumi
Greta Thunberg Berpidato Emosional di Hadapan Para Pemimpin Dunia di KTT Iklim PBB

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.