Aljazeera Soroti Stadion Kanjuruhan yang Dijebol Penonton, Kondisi Rusak Parah

Aljazeera Soroti Stadion Kanjuruhan yang Dijebol Penonton, Kondisi Rusak Parah
Jurnalis Aljazeera, Jessica Washington (kanan) saat melaporkan dari Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa. ©Screen Grab Video Aljazeera
DUNIA | 4 Oktober 2022 13:24 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10) malam menuai sorotan dari seluruh dunia. Klub-klub sepakbola ternama dunia ikut merasakan duka atas tragedi yang menelan ratusan nyawa tersebut. Tidak hanya itu, sejumlah media asing ternama juga memberitakan kejadian yang berlangsung usai pertandingan Arema FC dan Persebaya tersebut, salah satunya Al Jazeera.

Jurnalis Al Jazeera, Jessica Washington terjun langsung ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Dalam laporan langsungnya kepada jaringan televisi Al Jazeera, dia menyoroti kondisi stadion yang rusak parah setelah tragedi Sabtu malam itu.

Dalam laporannya Jessica menunjukkan ventilasi di stadion tersebut yang dijebol para penonton sebagai upaya menyelamatkan diri setelah polisi menembakkan gas air mata ke tengah lapangan dan ke arah tribun yang dipenuhi penonton.

"Pintu besi di sini Anda bisa lihat ringsek karena orang-orang berlari menyelamatkan diri," ujarnya seraya menunjukkan pintu besi berwarna biru.

Di bawah pintu besi tersebut, tampak taburan bunga dan lilin sebagai tanda duka cita bagi para korban yang tewas pada malam nahas itu.

"Masyarakat sangat syok dengan apa yang terjadi," ujarnya.

Dia juga menambahkan, masyarakat sangat marah dan meminta jawaban kepada aparat kepolisian terkait insiden tersebut.

Di dekat pintu besi berwarna biru itu, ada tulisan dari cat semprot di atas rolling door berbunyi "SAUDARAKU DIBUNUH, USUT TUNTAS".

"Begitu besar kemarahan dan keputusasaan di sini, mengejutkan bahwa banyak korban merupakan anak-anak muda laki-laki dan perempuan," papar Jessica.

Di lokasi sekitar stadion, dia juga melihat banyak bertebaran sejumlah barang milik penonton seperti dompet dan ratusan sepatu yang berserakan ketika mereka berusaha menyelamatkan diri keluar dari stadion. Dia juga menunjukkan tulisan di tembok "Polisi jahat, saudaraku kau bunuh".

"Orang-orang menunggu jawaban, menuntut pertanggungjawaban," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo akan mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait im Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) hari ini, menurut keterangan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Keppres dibuat agar tim bisa bekerja secara terpadu.

Mahfud menyampaikan, Presiden Jokowi meminta TGIPF segera bekerja dan menyelesaikan investigasi tragedi Stadion Kanjuruhan tidak sampai satu bulan.

"Saya baru saja melapor kepada presiden terkait kerusuhan di Kanjuruhan itu. Pertama, TPF itu diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai 1 bulan, sudah bisa menyimpulkan," kata Menko Polhukam Mahfud MD di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/10).

Menurut Mahfud, akar masalah tragedi yang menelan ratusan korban jiwa itu sudah diketahui. TGIPF selanjutnya mencari detail-detail masalah lain dalam insiden tersebut.

Video laporan Aljazeera:

(mdk/pan)

Baca juga:
Temuan Kompolnas: Kapolres Malang Tak Perintahkan Tembak Gas Air Mata
Daftar 10 Anggota Polisi yang Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan
Jokowi Beri Langsung Santunan Rp50 Juta untuk Keluarga Korban Meninggal Kanjuruhan
Instruksi Jokowi ke TGIPF Kanjuruhan: Hasil Investigasi Diungkap Kurang dari Sebulan
Kesaksian Pemain Persebaya Terkepung Kericuhan di Stadion Kanjuruhan
Rapat Pertama TGIPF, Mahfud Mulai Sisir Akar Masalah Tragedi Kanjuruhan
Kekurangan Oksigen jadi Penyebab 2 Polisi Meninggal Dunia saat Kerusuhan Kanjuruhan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini