Amerika Akui Ratusan Tentaranya di Irak Terluka Akibat Serangan Iran

Amerika Akui Ratusan Tentaranya di Irak Terluka Akibat Serangan Iran
DUNIA | 12 Februari 2020 14:01 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Jumlah tentara Amerika Serikat (AS) yang menderita cedera otak traumatik (TBI) setelah Iran menyerang pangkalan pasukan AS di Irak pada Januari lalu meningkat menjadi 109 orang, menurut pejabat AS. Terjadi peningkatan signifikan dari data sebelumnya yang dilaporkan Pentagon yang menyebut hanya 64 orang yang menderita cedera otak.

Presiden AS, Donald Trump awalnya mengatakan tak ada warganya yang terluka dalam serangan tersebut. Serangan pada 8 Januari itu terjadi di tengah memanasnya hubungan AS-Iran setelah pembunuhan Jenderal Qassim Sulaimani.

Dikutip dari BBC, Rabu (12/2), Pentagon menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa hampir 70 persen tentara yang mengalami cedera telah kembali bertugas.

Senator Joni Ernst meminta Pentagon memastikan keamanan dan perawatan pasukan AS di Irak.

1 dari 1 halaman

Bulan lalu Presiden Trump meremehkan cedera otak traumatis ketika ditanya tentang dampak serangan itu.

"Saya mendengar mereka mengalami sakit kepala, dan beberapa hal lain, tetapi saya mengatakan, dan saya dapat melaporkan, itu tidak terlalu serius," katanya.

Ketika ditanya tentang kemungkinan cedera otak, dia berkata: "Saya tidak menganggap itu cedera yang sangat serius dibandingkan dengan cedera lain yang saya lihat." (mdk/pan)

Baca juga:
Iran Luncurkan Satelit Buatan Sendiri Tapi Gagal Capai Orbit
Dubes Iran Sebut Ada Pihak Asing Ingin Sebarkan Fobia Iran dan Islam
Misteri Jatuhnya Pesawat Militer AS & Sosok Agen CIA Otak Pembunuhan Qassim Sulaimani
Ancaman Amerika Serikat untuk Iran
Jungkir Balik Ekonomi Dunia di Awal 2020
Amerika Ancam Bunuh Pemimpin Baru Garda Revolusi Pengganti Qassim Sulaimani

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami