Amerika Ancam Bunuh Pemimpin Baru Garda Revolusi Pengganti Qassim Sulaimani

DUNIA | 24 Januari 2020 10:21 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Perwakilan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Iran mengancam akan membunuh pemimpin baru Pasukan Garda Revolusi pengganti Jenderal Qassim Sulaimani yang dibunuh pada 3 Januari lalu. Sulaimani terbunuh dalam serangan udara AS di Bandara Internasional Baghdad atas perintah Presiden AS Donald Trump.

Setelah pembunuhan Sulaimani, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menunjuk Ismail Qaani sebagai pengganti.

"Jika Qaani mengikuti jejak yang sama membunuh warga Amerika, selanjutnya dia akan menghadapi nasib yang sama (dengan Sulaimani)," kata Brian Hook, dikutip dari laman Press TV, Jumat (24/1).

Ancaman tersebut dikemukakan dalam sebuah wawancara dengan koran Arab Saudi, Asharq al-Awsat di sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.

"Ini bukan sebuah ancaman baru. Presiden (Donald Trump), selalu mengatakan bahwa dia akan selalu melindungi kepentingan Amerika," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Dalam sebuah pidato pada 9 Januari, Qaani bersumpah untuk melanjutkan langkah yang telah ditempuh pendahulunya. Dia mengatakan tujuannya adalah mengusir pasukan AS dari wilayah Timur Tengah.

Iran mengutuk pembunuhan Sulaimani dan menyebutnya sebagai aksi terorisme negara. Sebagai balasan, Iran meluncurkan roket balistik pada 8 Januari ke dua pangkalan pasukan AS di Irak.

Kendati AS membantah ada korban jiwa dan kerusakan dalam serangan tersebut, sejumlah laporan dan gambar satelit menunjukkan apa yang media AS jelaskan sebagai kerusakan besar di pangkalan tersebut.

Kemudian, militer AS mengonfirmasi bahwa 11 tentaranya terluka dalam serangan balasan Iran tersebut. Khamanei menyebut serangan tersebut hanyalah tamparan untuk AS. (mdk/pan)

Baca juga:
Indonesia Nilai Tidak Ada Indikasi Perang Terbuka Iran Lawan Amerika Serikat
DPR Minta Indonesia Gunakan Segala Cara untuk Ajak AS dan Iran Turunkan Ketegangan
Sayembara Iran Berhadiah Jutaan Dolar Demi Nyawa Donald Trump
Sederet Alasan Rakyat Amerika Dukung Presiden Donald Trump Dilengserkan
Ahmad Hamzah Tawarkan Hadiah Rp40 Miliar Bagi Orang yang Bisa Bunuh Trump
Begini Cara Hollywood 'Cuci Otak' Rakyat Amerika Serikat Agar Benci kepada Iran

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.