Amerika Bantah untuk Menambah 14 Ribu Tentara ke Timur Tengah

DUNIA | 6 Desember 2019 11:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dikabarkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan untuk menambah 14.000 tentara ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran. Namun kabar itu disangkal Pentagon.

Dilansir dari Antara, Jumat (6/12) "Pemberitaan tersebut keliru. AS tidak sedang mempertimbangkan pengiriman 14.000 tentara tambahan ke Timur Tengah," ujar juru bicara Pentagon Alyssa Farah di Twitter.

Cuitan itu merupakan respons terhadap berita Wall Street Journal pada Rabu pagi (4/12) yang mengutip pernyataan dari beberapa pejabat AS bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump "tengah mempertimbangkan ekspansi signifikan jejak militer AS di Timur Tengah untuk melawan Iran."

Berita itu mengatakan Trump akan membuat keputusan soal pengerahan yang baru secepatnya pada bulan ini.

1 dari 1 halaman

Bersiap Perang Darat?

Wall Street Journal memperbarui berita itu setelah adanya respons dari Farah, namun tetap memberitakannya.

Josh Hawley yang menjabat sebagai senator di Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS, mempertanyakan dugaan ekspansi itu.

"Apakah Pentagon bersiap untuk perang darat?" Ujar Hawley di Twitter.

The Wall Street Journal dua hari lalu mengungkapkan AS tengah mempertimbangkan pengiriman lebih dari 14.000 pasukan ke Timur Tengah untuk menghadapi ancaman dari Iran. Pengerahan pasukan ini juga termasuk puluhan kapal dan penambahan dua kali lipat jumlah pasukan khusus AS di wilayah tersebut, mengutip pejabat AS.

Laporan tersebut menyatakan Presiden Donald Trump akan memutuskan hal ini secepatnya di bulan ini. Juru bicara Pentagon menolak mengomentari laporan ini kepada AFP, sebagaimana dilansir dari laman Alarabiya, Kamis (5/12).

Langkah ini akan dilakukan setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal pengiriman barang dan serangan drone dan rudal pada instalasi minyak Arab Saudi pada bulan September.

Reporter Magang: Denny Adhietya

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Memahami Sejarah Singkat 65 Tahun Konflik Iran-AS
Intelijen AS: Iran Diam-diam Pindahkan Rudal ke Irak
Amerika akan Kirim 14.000 Pasukan ke Timur Tengah untuk Hadapi Iran
Iran Tangkap 8 Orang Diduga Terkait CIA karena Dianggap Picu Demo Rusuh
Rouhani Tuding AS, Israel, dan Saudi Dalang Kerusuhan dalam Demo Kenaikan BBM di Iran
Iran Bantah Laporan Amnesty Soal Jumlah Korban Tewas karena Demo 106 Orang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.