Amerika Habiskan Dana Perang USD 6,4 Triliun di Timur Tengah dan Asia

DUNIA | 21 November 2019 11:09 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Hasil kajian terbaru menunjukkan Amerika Serikat (AS) menghabiskan USD 6,4 triliun dari pajak untuk perang dan aksi militer pascaperistiwa 9/11 di Timur Tengah dan Asia atau sejak 2001.

Total lebih dari USD 2 triliun dari seluruh pengeluaran pemerintahan federal selama tahun fiskal 2019. Pemerintah AS menghabiskan USD 4,4 triliun selama tahun fiskal 2019 yang berakhir 30 September, menurut Kementerian Keuangan, dilansir dari laman CNBC, Kamis (21/11).

Hasil kajian tersebut dirilis Institut Watson untuk Hubungan Publik dan Internasional di Universitas Brown. Hasil kajian itu juga menemukan lebih dari 801.000 orang tewas akibat perang.

Dari seluruh korban, lebih dari 335,000 warga sipil. Sebanyak 21 jura orang lainnya mengungsi karena perang dan kekerasan.

Laporan tersebut keluar saat pemerintahan Donald Trump menarik pasukan AS dari Suriah. Tahun lalu Trump menghadapi perdebatan apakah pasukan AS di Afghanistan juga ditarik, walaupun akhirnya setuju tetap menempatkan mereka di sana kendati muncul pertanyaan kenapa pasukan AS harus tetap berada di Afghanistan.

1 dari 1 halaman

Ditanggung Pembayar Pajak

Angka USD 6,4 triliun mencerminkan biaya di seluruh pemerintah federal AS karena dana perang Amerika tidak ditanggung sendiri oleh Kementerian Pertahanan, menurut Neta Crawford, yang menulis penelitian ini.

Crawford menjelaskan, pascaperang 9/11 di Irak, Afghanistan, Pakistan dan Suriah meluas ke lebih dari 80 negara, "menjadi perang global melawan teror."

Kajian itu menunjukkan, semakin lama perang berlangsung, semakin banyak anggota militer yang mengklaim tunjangan veteran dan ganti rugi kecacatan.

"Kendati AS menarik diri sepenuhnya dari zona perang utama pada akhir FY2020 dan menghentikan operasi Perang Global Melawan Teror lainnya, di Filipina dan Afrika misalnya, total beban anggaran dari perang pasca 11/9 akan terus menerus meningkat karena AS membayar biaya perawatan veteran yang sedang berlangsung dan bunga pinjaman untuk dana perang," tulis Crawford.

Pada Maret, Pentagon memperkirakan perang di Afghanistan, Irak, dan Suriah ditanggung masing-masing pembayar pajak sebesar USD 7.623 atau sekitar Rp107 juta sampai tahun fiskal 2018. (mdk/pan)

Baca juga:
Indonesia Tolak AS Soal Permukiman Israel di Palestina yang Dianggap Legal
Memanasnya Perang Dagang Bisa Naikkan Ekspor Batubara dan Minyak Sawit RI
Mantan Dokter Obama Sebut Donald Trump Menderita Masalah Syaraf
'Umur' Huawei Untuk Berbisnis Dengan Perusahaan AS Kembali Diperpanjang
Taliban Bebaskan Dua Tawanan Asing Setelah Afghanistan Bebaskan Tiga Pimpinannya