Hot Issue

Amerika Ketar Ketir Hadapi Perang Dunia Maya dengan China

Amerika Ketar Ketir Hadapi Perang Dunia Maya dengan China
FBI diserang hacker. ©2016 telegraph.co.uk
DUNIA | 4 Oktober 2022 07:27 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Amerika Serikat (AS) saat ini sedang menghadapi ancaman spionase dari China dan negara asing lainnya. Mata-mata China, spionase siber atau dunia maya, dan operasi disinformasi rahasia menjadi ancaman, menurut Senat dalam laporannya.

Laporan yang disusun Komite Seleksi Senat bidang Intelijen itu memperingatkan, badan kontra-intelijen pusat pemerintah AS dan komponen lainnya tidak dilengkapi dengan sarana prasarana memadai dan tidak terstruktur dengan baik untuk melawan ancaman mata-mata asing yang gencar.

Agen intelijen asing dan peretas dari China, Rusia, Iran, Korea Utara, dan lainnya berusaha mengumpulkan informasi rahasia dan teknologi dari lembaga pemerintah AS dan sektor swasta, tetapi AS sendiri tidak siap dengan serangan tersebut.

"Tapi bagaimanapun, China merupakan ancaman terbesar," tulis laporan tersebut, dikutip dari laman The Washington Times, Senin (3/10).

Laporan tersebut dibuka ke publik bulan lalu dan sebagian besar berfokus pada Pusat Kontra-Intelijen dan Keamanan Nasional (NCSC), sebuah badan yang relatif baru yang dibentuk untuk menjadi pusat pembuatan kebijakan utama bagi unit-unit kontra-intelijen. Pusat ini merupakan bagian dari Kantor Direktur Intelijen Nasional. NCSC ini disebut masih kekurangan sumber daya dalam menghadapi ancaman tersebut.

Juru bicara NCSC menyampaikan, pihaknya mengapresiasi laporan panel tersebut dan bisa dijadikan acuan pihaknya dalam memperbaiki operasinya dan mengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan komite dalam masalah ini.

Laporan tersebut menggarisbawahi beberapa cara yang ditempuh China dalam mengumpulkan informasi dan rahasia di AS. Operasi China ini dilakukan melalui berbagai cara mulai dengan menempatkan mata-matanya di badan intelijen dan pertahanan sampai metode terbaru yaitu spionase siber melalui jaringan komputer. Mata-mata China juga menargetkan badan-badan yang tidak terlibat dalam keamanan nasional, perusahaan swasta, dan akademisi.

Intelijen China juga terlibat dalam operasi pengaruh rahasia yang mendukung operasi mata-mata lainnya. Selain itu juga menargetkan para peneliti di perguruan tinggi.

2 dari 2 halaman

Dalam laporan itu disebutkan bahwa China berupaya menyusup ke infrastruktur-infrastruktur strategis AS seperti jaringan listrik dan sektor keuangan.

"Mata-mata, peretas, dan agen-agen pengaruh Beijing meluncurkan kampanye skala penuh untuk mengembangkan atau memdapatkan teknologi yang dianggap (China) penting bagi kepentingan nasionalnya," jelas laporan tersebut.

"China ingin pertama-tama menggantikan Amerika Serikat sebagai kekuatan regional di Asia Timur, dan kemudian pada akhirnya menyingkirkan Amerika Serikat sebagai hegemoni global," lanjut laporan tersebut.

Target dari China adalah mengumpulkan informasi intelijen termasuk kecerdasan buatan, komputasi kuantum, sirkuit terpadu, genetika dan bioteknologi, material baru kelas atas, energi baru dan kendaraan pintar, manufaktur pintar, mesin dirgantara dan turbin gas, luar angkasa, bumi dalam, laut dalam, dan eksplorasi kutub.

Saat ini FBI sedang menyelidiki lebih dari 2.000 kasus pencurian teknologi dan informasi oleh China.

Salah satu ciri khas dari operasi China ini adalah penggunakan aset-aset non intelijen, termasuk pengusaha, mahasiswa, dan peneliti di laboratorium-laboratorium AS.

Menurut laporan FBI, "program peretasan komputer masif dan canggih" yang dilakukan Beijing merupakan terbesar di dunia. Pasukan siber China beroperasi dari setiap kota besar di negara tersebut, dengan pendanaan besar dan alat peretasan canggih.

Laporan itu menyampaikan, jaringan Institut Konfusius China - pusat bahasa dan budaya yang didanai Beijing - digunakan sebagai alat oleh intelijen pemerintah.

Baca juga:
Sejarah Hadiah Nobel, Penghargaan Paling Bergengsi di Dunia
Malam Mencekam di Stadion Kanjuruhan
Melihat Alat Mata-Mata Intelijen AS di Museum CIA
Intelijen AS Bantu Ukraina Tenggelamkan Kapal Perang Rusia
Intelijen AS Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia di Medan Pertempuran

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini