Amerika Rancang Rencana Pertemuan Putra Mahkota Arab Saudi dan PM Israel di Mesir

Amerika Rancang Rencana Pertemuan Putra Mahkota Arab Saudi dan PM Israel di Mesir
DUNIA | 9 Februari 2020 16:07 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Amerika Serikat (AS) merancang rencana pertemuan bersejarah antara Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) dalam sebuah pertemuan puncak di Mesir. Demikian diungkapkan koran Israel Hayom pada Jumat.

Diduga ada pembicaraan intensif antara AS, Israel, Arab Saudi, dan Mesir untuk mengatur sebuah pertemuan di Kairo, dimana dua pemimpin akan bertemu, kata pejabat senior Arab Saudi kepada koran tersebut, seperti dikutip dari Alaraby, Minggu (9/2).

Pejabat tersebut juga mengatakan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo melakukan mediasi selama berbulan-bulan dengan Israel dan Arab Saudi terkait rencana pertemuan itu.

"Dalam hari-hari terakhir ini ada diskusi sangat intensif antara Washington, Israel, Mesir, dan Arab Saudi untuk mengatur sebuah pertemuan puncak di Kairo dalam beberapa pekan ke depan, bahkan sebelum Pemilu di Israel, yang selain dari tuan rumah Mesir, akan dihadiri oleh AS, Israel, Arab Saudi dan juga pemimpin Uni Emirat Arab, Sudan, Bahrain, dan Oman," jelas sumber diplomatik senior Arab Saudi kepada Israel Hayom.

Jika pertemuan puncak tersebut diselenggarakan, rencana perdamaian Timur Tengah yang ditawarkan Presiden AS Donald Trump sepertinya akan menjadi pembahasan inti dalam agenda tersebut.

Proposal perdamaian Timur Tengah yang disebut Kesepakatan Abad ini diumumkan Gedung Putih bulan lalu. Namun proposal ini mendapat penolakan dari Palestina, Liga Arab, dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Proposal ini dinilai hanya menguntungkan Israel. Rencana ini membuat banyak konsesi bagi Israel, termasuk pendirian ibukota Palestina di Abu Dis dan pencaplokan semua pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki.

1 dari 1 halaman

Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi saat ini berada di jalur normalisasi hubungan dengan negara itu meskipun ada boikot Liga Arab.

Israel memiliki perjanjian damai dengan hanya dua negara Arab - Yordania dan Mesir - tetapi pendudukannya atas wilayah Palestina telah lama menjadi faktor utama yang mencegah perjanjian serupa dengan negara-negara Arab lainnya.

Arab Saudi, Mesir, dan negara-negara Arab yang merupakan sekutu dekat AS, mengatakan mereka mengapresiasi upaya Trump dan menyerukan negosiasi baru namun tanpa menyebut isi rencana perdamaian tersebut.

Yordania juga dilaporkan menerima undangan pertemuan puncak tersebut namun Raja Abdullah ingin otoritas Palestina Presiden Mahmoud Abbas juga diundang, kata pejabat senior. (mdk/pan)

Baca juga:
Pasukan Israel Tembak Mati Seorang Remaja Palestina
Soal Isu Palestina, Indonesia Tetap Dukung Kemerdekaan Hak Setiap Bangsa
Melihat Cara Hamas Mendidik Pasukan Polisi Palestina
Fakta-fakta Proposal Damai Ala Trump, Rugikan Palestina dan Untungkan Israel
Donald Trump Segera Rilis Rencana Kesepakatan Damai Israel-Palestina
Fotografer Asal Gaza Buta Setelah Diserang Tentara Israel Saat Liputan Demo

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami