Amerika Serikat Resmi Hengkang Dari WHO

Amerika Serikat Resmi Hengkang Dari WHO
DUNIA | 30 Mei 2020 11:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Amerika Serikat (AS) resmi mengakhiri hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Seluruh pembiayaan yang AS berikan akan dialihkan ke lembaga kesehatan lain.

Pengumuman itu dibuat oleh Presiden Donald Trump yang menganggap WHO terlalu pro-China. Hal ini tak terlepas dari pandemi Virus Corona (COVID-19).

Presiden Trump juga mengungkit bahwa kontribusi finansial AS ke WHO lebih besar, tetapi WHO malah dikendalikan ke China.

"China memiliki kontrol total atas World Health Organization, meski hanya membayar USD 40 juta per tahun, dibandingkan dengan yang dibayar Amerika Serikat, yakni hampir USD 450 juta per tahun," ujar Trump pada konpers di Kebun Mawar, Gedung Putih, Sabtu (30/5).

Lebih lanjut, Donald Trump menyebut WHO tidak mau bertindak saat diminta reformasi. Presiden Trump memang sempat mengirim surat ke WHO dan menuntut reformasi dalam 30 hari.

Batas akhir 30 hari itu sebetulnya belum tercapai, tetapi Trump sudah keburu memutuskan hubungan.

"Karena mereka gagal melaksanakan permintaan reformasi yang sangat urgent dibutuhkan, kita hari ini mengakhiri hubungan dengan World Health Organization," kata Trump.

Donald Trump dalam beberapa bulan terakhir menyalahkan WHO karena lambat memperingatkan soal COVID-19. Ketika awal pandemi, WHO memuji China yang dinilai transparan dan berhasil meredam virus itu di negaranya.

Kini, ada 5,5 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia.

1 dari 1 halaman

Donald Trump: WHO Sebar Misinformasi China Soal Virus Corona COVID-19

who sebar misinformasi china soal virus corona covid 19 rev2

Bulan lalu, Presiden Donald Trump sudah terbuka menunjukan rasa kesalnya terhadap Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Tindakan WHO ketika awal penyebaran Virus Corona COVID-19 dianggap mengecewakan dan hasilnya banyak korban berjatuhan.

Salah satu yang disorot Trump adalah ketika WHO menyebut Virus Corona tidak menular antarmanusia. WHO juga dinilai terlalu percaya dengan data pasien dari China yang kini dianggap mencurigakan.

"WHO mendorong misinformasi China bahwa tentang virusnya, menyebut tidak menular, dan tidak dibutuhkan travel ban," ujar Trump dalam konferensi pers harian Gedung Putih.

"Ketergantungan WHO pada informasi China kemungkinan menambah 20 kali penambahan kasus di dunia dan mungkin lebih dari itu," ujar Donald Trump yang sudah dua kali tes Virus Corona.

Selain itu, Trump mengaku mendapat tekanan dari WHO ketika memutuskan larangan perjalanan atau travel ban terhadap China. WHO memang sempat menolak travel ban yang dilakukan berbagai negara, argumen WHO kemudian dipakai China terhadap negara yang melakukan travel ban

Koordinator Respons Virus Corona Gedung Putih, Dr. Deborah Birx juga pernah mempertanyakan data dari China ketika Virus Corona pertama muncul. Birx menduga data yang disajikan tidak lengkap. Badan intelijen AS mengungkap rasa curiga yang sama.

Trump lantas menyalahkan WHO atas kerugian ekonomi dan kesehatan yang akibat Virus Corona. Alokasi anggaran AS untuk WHO juga disetop. Trump turut menantikan adanya reformasi di WHO.

"Kita melihat di seluruh dunia, ada banyak kematian dan kehancuran ekonomi karena mereka yang ditugasi kita untuk melindungi kita dengan cara jujur dan transparan gagal melakukannya," pungkas Trump.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6 (mdk/bim)

Baca juga:
Melihat Penerapan New Normal saat Salat Jumat di Turki
Indonesia Tetap Beri Obat Anti-Malaria ke Pasien Covid-19 meski Dilarang di Eropa
Perusahaan Farmasi Dunia Sebut Vaksin Covid-19 Bisa Tersedia Oktober
Uniknya Suporter Virtual Hadiri Pertandingan Sepak Bola di Denmark
Saat Badut Hibur Anak-Anak Palestina di Tengah Pandemi
Seniman Filipina Ciptakan Masker dari Daur Ulang Sampah Plastik
Pembatasan di Mekkah Dilonggarkan 31 Mei, Salat Jumat di Masjidil Haram Diperbolehkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5