Amnesty Internasional duga pendemo Iran tewas dianiaya di penjara

Amnesty Internasional duga pendemo Iran tewas dianiaya di penjara
Demo antipemerintah di Iran. ©AFP PHOTO/STR
DUNIA | 10 Januari 2018 17:33 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Amnesty Internasional mengatakan lima pendemo yang mengikuti aksi demonstrasi anti pemerintah di Iran tewas dalam tahanan polisi.

Pasukan keamanan yang brutal juga turut menangkap 22 pendemo lainnya. Namun beberapa dari mereka tewas di dalam penjara. Kelompok hak asasi manusia mengklaim sering terjadi penyiksaan di dalam penjara.

Amnesty Internasional mengatakan pendemo bernama Sina Ghanbari (23) tewas dalam keadaan misterius di ruang karantina di Penjara Evin, Tehran, Iran.

Menurut pihak kepolisian, Sina melakukan bunuh diri. Namun Amnesty Internasional membantah hal tersebut. Amnesty Internasional meminta penyelidikan lebih lanjut terkait tewasnya Sina.

"(Kasus) tertutup yang rahasia dan kurangnya transparansi tentang apa yang terjadi pada tahanan ini menggelisahkan. Malahan kasus ini dibawa ke pengadilan dengan laporan bunuh diri, pihak kepolisian harus segera melakukan penyelidikan mandiri, tidak memihak dan transparan," kata Magdalena Mughrabi, wakil direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, dilansir dari laman Al Arabiya, Rabu (10/1).

Magdalena mengaku pihaknya sudah mendokumentasikan kondisi mengerikan di fasilitas penjara di Iran, termasuk penyiksaan di sana.

Menurutnya, polisi yang bertanggung jawab atas kematian tersebut dan harus diskors dari jabatan mereka. Sekaligus diadili dalam persidangan yang menghormati standar pengadilan internasional yang adil dan tanpa bantuan hukuman mati.

Magdalena juga ingin pihak keluarga pendemo yang ditahan bisa menjenguk mereka, dan memastikan mereka memiliki pengacara. (mdk/ary)


Hasrat terpendam sang putra mahkota Iran
Aktivis Iran terlibat demo besar diduga dihabisi di penjara
Dituduh hasut pendemo lawan pemerintah, eks presiden Iran ditangkap
Kepala CIA bantah terlibat demonstrasi antipemerintah di Iran
Garda Revolusi Iran sebut AS, Inggris dan Israel dalang kerusuhan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami