Hot Issue

Meraba Masa Depan Dunia Jika Trump atau Biden Menang Pemilu AS

Meraba Masa Depan Dunia Jika Trump atau Biden Menang Pemilu AS
DUNIA | 5 November 2020 07:29 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Warga dunia tengah menunggu hasil pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang berlangsung pada Selasa (3/11). Sampai saat ini belum ada hasil resmi pemenang pilpres. Berdasarkan hasil penghitungan sementara, suara elektoral (electoral vote) masih unggul tipis capres Demokrat Joe Biden. Suara elektoral adalah penentu kemenangan kandidat dengan syarat setiap kandidat harus meraih 270 suara elektoral untuk melenggang ke Gedung Putih.

Kendati penghitungan suara belum selesai, capres petahana Donald Trump telah mengklaim kemenangan dan menuding ada kecurangan dalam penghitungan suara kendati tuduhan itu tak berdasar.

Presiden Donald Trump menjadi presiden Amerika paling memecah belah dan salah satu presiden yang paling dikenal dalam ingatan. Kebijakannya menjangkau seluruh dunia. Jejaknya di media sosial lebih besar dibanding pemimpin lainnya. Kemampuannya mencuri perhatian, kerap negatif, tak tertandingi. Walaupun mayoritas luas masyarakat di planet ini tak memilih pemimpin AS, kita semua akan terdampak hasilnya.

Empat tahun lalu, dunia terperanjat ketika Trump mengalahkan Hillary Clinton dengan selisih tipis.

Sekarang jutaan orang menantikan berita, menunggu proyeksi kemenangan di negara bagian kunci atau lumbung suara besar, dan penasaran apakah Joe Biden yang akan menang atau Donald Trump yang akan mendapatkan kesempatan empat tahun lagi.

CNN menulis sebuah analisis bagaimana kondisi percaturan hubungan internasional AS jika Trump menang kembali atau seperti apa kebijakan luar negeri AS terhadap Iran dan China jika Biden yang terpilih untuk masa jabatan empat tahun mendatang.

Baca Selanjutnya: Donald Trump vs Ronald Reagan...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami