Ancam Bunuh Politikus Muslim AS, Pendukung Donald Trump Ditangkap

DUNIA | 8 April 2019 14:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan stasiun televisi Fox News dituding menyebarkan isu Islamofobia di negara tersebut. Tudingan itu muncul menyusul penangkapan seorang pendukung kubu Republik yang mengancam akan membunuh Ilhan Omar, politikus Demokrat asal negara bagian Minnesota. Omar merupakan salah satu wanita muslim pertama Kongres AS.

Patrick Carlineo, dari Addison, negara bagian New York, ditangkap pada hari Jumat dan didakwa melakukan panggilan telepon yang mengancam ke kantor Omar, demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Senin (8/4).

Menurut FBI, Carlineo mengatakan kepada anggota staf: "Apakah Anda bekerja untuk Ikhwanul Muslimin? Kenapa kau bekerja untuknya, dia teroris sialan. Saya akan menembakkan peluru ke tengkoraknya."

Meskipun Fox News tidak disebutkan dalam keluhan terhadap Carlineo, salah seorang anggota Kongres AS asal New York, Alexandria Ocasio-Cortez, menarik hubungan langsung antara pernyataan kontroversial yang dibuat oleh presenter Jeanine Pirro dan ancaman terhadap Omar.

Bulan lalu Pirro mengkritik Omar yang berkerudung, menanyakan apakah itu menunjukkan "kepatuhannya pada hukum syariah, yang dengan sendirinya bertentangan dengan konstitusi Amerika Serikat".

Dalam sebuah twit pada hari Sabtu, Ocasio-Cortez menyiratkan ada hubungan sebab akibat antara komentar Pirro dan ancaman kematian terhadap Omar.

"Saya pikir Jeanine Pirro menggunakan stasiun televisi Fox (untuk) mendorong orang berpikir bahwa kerudung mengancam. Dia juga mengimbau orang untuk berbicara kebijakan, bukan keputusan pribadi (dalam berkerudung)," twit Ocasio-Cortez.

Saat ini, Fox News menangguhkan siaran Pirro selama dua pekan ke depan, namun tidak disebutkan alasan resminya.

Sementara itu, berselang tidak lama setelah penangkapan Carlineo, Donald Trump mengejek Omar di depan hadapan para pendukung Partai Republik dari kelompok Yahudi.

Dengan sarkastis, Trump berpura-pura berterima kasih kepada Omar atas dukungannya terhadap Israel, dengan mengatakan: "Oh, saya lupa. Dia tidak menyukai Israel, saya lupa, saya minta maaf. Tidak, dia tidak suka Israel, kan? "

Omar sendiri tidak menanggapi secara langsung sindiran Donald Trump, dan hanya mengetwit: "Tuhanku, maafkan orang-orang tersebut karena mereka tidak tahu."

Meski tidak secara terperinci menyebutkan siapa orang yang dimaksud dalam ciutannya, namun banyak pihak menduga bahwa hal itu merupakan tanggapan terhadap sindiran Trump.

Baca juga:
AS Bakal Tetapkan Korps Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris
Warga Hawaii Kunjungi Rumahnya yang Terkubur Lahar Dingin Gunung Kilauea
Turki Tetap Beli Rudal S-400 dari Rusia Meski Diancam Amerika Serikat
Imbas Perang Dagang, Ekonomi Asia Diprediksi Melambat di 2019
Maradona Hujat Amerika karena Campur Tangan Urusan Venezuela
Kala Sakura Bermekaran di Amerika

(mdk/ias)