Ancaman Amerika Serikat untuk Iran

DUNIA | 28 Januari 2020 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) sedikit mereda. Meski begitu, kedua negara masih terus menebar ancaman dan gertakan. Konflik Iran dan AS sempat memanas pasca tewasnya Mayor Jenderal Qassim Soleimani. Pimpinan Garda Revolusi Iran itu tewas akibat serangan drone di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020.

Tewasnya Qassim Soleimani atas perintah Presiden AS Donald Trump. Karena menurut Trump, Qassim Soleimani merupakan seorang teroris. Bahkan Trump menyebut bahwa Soleimani menargetkan empat kedubes AS untuk dihancurkan.

Usai Soleimani tewas, Iran dan AS saling serang dan tebar ancaman. Berikut ancaman Amerika Serikat untuk Iran:

1 dari 3 halaman

Akan Bunuh Pimpinan Garda Revolusi Baru

Perwakilan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Iran mengancam akan membunuh pemimpin baru Pasukan Garda Revolusi pengganti Jenderal Qassim Sulaimani yang dibunuh pada 3 Januari lalu. Ancaman tersebut dikemukakan dalam sebuah wawancara dengan koran Arab Saudi, Asharq al-Awsat di sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.

Setelah pembunuhan Sulaimani, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menunjuk Ismail Qaani sebagai pengganti.

"Jika Qaani mengikuti jejak yang sama membunuh warga Amerika, selanjutnya dia akan menghadapi nasib yang sama (dengan Sulaimani)," kata Brian Hook, dikutip dari laman Press TV, Jumat (24/1).

2 dari 3 halaman

Cabut Negosiasi dengan Iran

Presiden AS Donald Trump cabut negosiasi dengan Iran, karena Iran ingin sanksi negaranya dihapus.

"Menteri Luar Negeri Iran bilang Iran ingin bernegosiasi dengan Amerika Serikat, tetapi ingin sanksinya dihapus. @FoxNews @OANN Tidak, Terima kasih!" tulis Trump di akun Twitternya dalam bahasa Inggris pada hari Sabtu (25/1), kemudian ditulis dalam bahasa Farsi (Iran).

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menanggapi cuitan Trump keesokan harinya. Javad menulis bahwa Iran bersedia bernegosiasi jika sanksi negaranya dicabut.

Seperti diketahui, Donald Trump membuka opsi negosiasi untuk meredakan ketegangan antara Iran dan AS setelah pembunuhan Mayor Jenderal Qassim Soleimani.

3 dari 3 halaman

Sanksi untuk Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ancam memberikan sanksi ekonomi untuk Iran, setelah puluhan rudal balistik Iran ditembakkan ke arah pangkalan militer AS di Irak.

"Kami terus mengevaluasi opsi untuk menanggapi agresi Iran, Amerika Serikat akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi sebagai hukuman tambahan pada rezim Iran," kata Trump dalam pidatonya kepada bangsa," kata Trump dalam pidato singkat Gedung Putih dilansir CNBC.

Sanksi ekonomi juga pernah diberikan untuk Iran pada tahun 2018. Kala itu, Trump keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran, kemudian Trump mulai menerapkan sanksi ekonomi pada Iran.

Trump mengatakan dia ingin menerapkan 'tekanan maksimum' pada pemerintah di Teheran untuk memaksa menegosiasikan kembali perjanjian nuklir itu. Namun para pemimpin Iran tetap menantang. (mdk/dan)

Baca juga:
Amerika Ancam Bunuh Pemimpin Baru Garda Revolusi Pengganti Qassim Sulaimani
Indonesia Nilai Tidak Ada Indikasi Perang Terbuka Iran Lawan Amerika Serikat
DPR Minta Indonesia Gunakan Segala Cara untuk Ajak AS dan Iran Turunkan Ketegangan
Sayembara Iran Berhadiah Jutaan Dolar Demi Nyawa Donald Trump
Sederet Alasan Rakyat Amerika Dukung Presiden Donald Trump Dilengserkan
Ahmad Hamzah Tawarkan Hadiah Rp40 Miliar Bagi Orang yang Bisa Bunuh Trump

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.