Anggota Parlemen China Usul Tiadakan Terjemahan Bahasa Asing dalam Acara Negara

Anggota Parlemen China Usul Tiadakan Terjemahan Bahasa Asing dalam Acara Negara
DUNIA | 28 Mei 2020 14:04 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Seorang anggota parlemen China mengusulkan dalam rapat Kongres Rakyat Nasional (NPC) untuk berhenti menggunakan terjemahan bahasa asing dalam konferensi pers dan kegiatan penting lainnya demi menjaga martabat bahasa Mandarin.

Usulan itu disampaikan Yang Weiguo, mayor dan wakil sekretaris Partai Komunis Zhuzhou, kota di Provinsi Hunan. Menurutnya penggunaan bahasa Mandarin akan menunjukkan kepercayaan diri atas budaya China dan meningkatkan efisiensi dalam agenda diplomasi dan konferensi pers.

"Bahasa adalah medium peradaban, dan secara luas mewakili budaya dan semangat nasional kita," ujarnya, dilansir dari South China Morning Post, Kamis (28/5).

Menurutnya, dengan meniadakan terjemahan bahasa asing dalam pemaparan media dan konferensi pers, akan membantu secara efektif mempromosikan penyebaran budaya China ke seluruh dunia, meningkatkan ketertarikan dan pengaruh bahasa Mandarin, termasuk meningkatkan inisiatif China dan hak untuk berbicara masalah internasional.

"Lebih jauh menunjukkan kepercayaan diri kita terhadap budaya China," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Usulan itu datang pada saat Beijing ingin China diberitakan dengan hal-hal baik di dunia internasional, termasuk menggelontorkan dana miliaran kepada media pemerintah berbahasa asing dan meminta para diplomatnya menggunakan platform media sosial asing.

Dalam usulannya, Yang Weiguo mengatakan wartawan asing harus mengikuti adat setempat dengan menguasai bahasa Mandarin, dan menghilangkan terjemahan bahasa asing akan "menegakkan prinsip timbal balik" karena acara pers di luar negeri tidak menyediakan terjemahan bahasa China.

"Pada konferensi pers dan pertemuan wartawan, setiap orang menerjemahkan kata-katanya ke dalam bahasa Inggris, yang cukup memakan waktu dan mengurangi efisiensi," ujarnya.

Namun Yang Weiguo keliru saat mengatakan Kementerian Luar Negeri China telah lama menghilangkan terjemahan bahasa asing dan hanya menggunakan bahasa Mandarin.

Bahkan, konferensi pers kementerian tetap menyertakan terjemahan berbahasa Inggris dari pernyataan juru bicara, dan transkrip dari konferensi pers diterbitkan di situs web kementerian dalam bahasa Mandarin, Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia dan Arab.

Yang Weiguo mengatakan keputusan untuk meniadakan terjemahan bahasa asing akan "sepenuhnya legal", mengutip fakta Mandarin adalah salah satu dari enam bahasa resmi PBB. (mdk/bal)

Baca juga:
China Siapkan UU Keamanan Baru, AS Hentikan Hubungan Spesial dengan Hong Kong
Presiden China Perintahkan Militer Bersiap untuk Perang
Sisi Lain Strategi China Hadapi Pandemi Covid-19, Kamera Pemantau Awasi Gerakan Warga
Tolak Aturan Keamanan dari China, Ribuan Warga Hong Kong Kembali Turun ke Jalan
Harga Emas Diperkirakan Naik Seiring Memanasnya Ketegangan AS-China
CEK FAKTA: Benarkah China Simpan Virus Corona di Laboratorium Rahasia?

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5