Arab Saudi Manfaatkan Jemaah Umrah Untuk Genjot Pariwisata

DUNIA | 19 Juli 2019 06:37 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Arab Saudi mencabut larangan bagi para peziarah berjalan-jalan secara bebas di sekitar wilayah kerajaan. Pencabutan larangan yang telah diberlakukan sejak lama ini dilakukan pada Selasa (16/7) dengan tujuan untuk menggenjot sektor pariwisata. Demikian dilaporkan media setempat.

Wisatawan yang sedang menjalani ibadah umrah sebelumnya dilarang bepergian ke luar kota suci Makkah dan Madinah. Setelah larangan dicabut, mereka diizinkan mengunjungi Laut Merah di Jeddah, salah satu tujuan para jemaah haji maupun umrah.

Keputusan kerajaan yang mengakhiri pembatasan perjalanan tersebut telah disiapkan. Demikian disampaikan Menteri Media Issam bin Saeed kepada kantor berita pemerintah Arab Saudi, dilansir dari laman Alaraby, Kamis (18/7).

Belum jelas apakah penghapusan pembatasan perjalanan akan benar-benar diterapkan dan media Saudi sebelumnya telah melaporkan rencana penghapusan larangan tersebut hampir setiap tahun.

Tetapi para analis mengatakan langkah itu datang sebagai bagian dari upaya kontroversial untuk meningkatkan pariwisata yang berkaitan dengan Visi 2030 putra mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (MBS).

Rencana tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah jemaah umrah setiap tahunnya dari 8 juta menjadi 30 juta per tahun dan mendorong para peziarah untuk mengunjungi kota-kota lainnya di Arab Saudi dan situs-situs di luar kota suci Makkah dan Madinah demi menggenjot pendapatan di bidang pariwisata.

Reformasi yang direncanakan di bawah Visi 2030 - dengan ekspansi sektor pariwisata - telah mendapat kecaman sejak pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi tahun lalu.

Khashoggi dibunuh dengan kejam dan dimutilasi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki tahun lalu. Diduga pembunuhan itu atas perintah langsung Pangeran MBS. Pembunuhan Khashoggi, penangkapan sejumlah aktivis HAM perempuan, dan eksekusi massal kelompok Syiah telah mencederai citra MBS sebagai seorang reformis.

MBS juga menerima kritik internasional atas peran Saudi dalam perang Yaman yang menyebabkan bencana kelaparan dan ribuan warga sipil tewas akibat serangan udara Saudi dan sekutunya. Sejumlah ulama juga menyerukan kepada umat Muslim untuk memboikot umrah, yang hukumnya tidak wajib, agar tidak memperkaya pundi-pundi rezim Saudi.

Kendati demikian, para pejabat telah menghubungkan rencana itu dengan Visi 2030 dan berharap dengan cepat meningkatkan jumlah jemaah umrah yang berwisata ke sejumlah kota di kerajaan tersebut.

"Bepergian keliling kerajaan adalah kesempatan bagi para peziarah untuk mengunjungi situs-situs budaya dan wisata," kata Amr al-Maddah, Kepala Perencana dan Strategi Kementerian Haji dan Umrah kepada Arab News.

"Mereka akan diizinkan datang ke pelabuhan mana pun di negara ini, akan memfasilitasi kedatangan mereka dan memperluas kapasitas untuk menerima lebih banyak peziarah," pungkasnya.

Baca juga:
Arab Saudi Tahan Seribu Lebih Warga Asing Terkait Dugaan Terorisme
Arab Saudi Undang Keluarga Korban Penembakan Selandia Baru Naik Haji
Cerita Haru Tukang Becak, Petani dan Pemulung Pergi Haji
Parlemen AS Loloskan Resolusi untuk Ungkap Dalang Pembunuhan Khashoggi
Dulu Dilarang di Arab Saudi, Sekarang Aturan-Aturan Ini Sudah Dicabut
Saudi Serukan Umat Islam Hindari Politisasi dalam Ibadah Haji

(mdk/pan)

TOPIK TERKAIT
BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com