Arab Saudi pakai bom klaster buat bombardir Yaman, Inggris digugat

DUNIA | 11 Januari 2017 09:17 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Penggunaan bom klaster oleh militer Arab Saudi justru menyeret inggris ke ranah hukum internasional. Inggris dituntut telah melakukan 'kejahatan perang' karena membiarkan Saudi memakai bom buatannya untuk membombandir Yaman.

Tuduhan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Yaman yang dibentuk kelompok pemberontak Houthi, dan menyebut Inggris telah melakukan 'kejahatan perang' karena menyuplai senjata ke koalisi Saudi. Senjata itu dipakai dalam operasi militer usai Houthi menggulingkan pemerintahan yang sah.

Dilansir forces.tv, Selasa (10/1), Menteri Pertahanan Inggris Sir Michael Fallon mengakui penggunaan senjata tersebut. Namun, senjata berupa bom klaster sebanyak 500 unit itu merupakan bagian dari perjanjian ekspor yang dibuat di tahun 1980-an.

"Inggris telah mengirimkan munisi 500 BL755 klaster di bawah perjanjian antar pemerintah yang ditandatangani pada 1986. Pengiriman terakhir dilakukan pada 1989," ujar Sir Michael dalam siaran persnya.

Namun, Sir Michael mengungkapkan, penggunaan bom tersebut tidak melanggar hukum internasional, sebab dia telah meminta militer Saudi untuk menghancurkan sendiri bom klaster yang tersisa. Sedangkan Saudi sendiri telah diembargo berdasarkan perjanjian internasional yang ditandatangani pada 2010 lalu.

Sir Michael melanjutkan, Inggris tidak lagi bisa melakukan pengawasan senjata yang sudah dijualnya sejak 2008 lalu. Sebab, Inggris sendiri telah menyepakati konvensi Oslo di mana seluruh negara produsen harus menarik dukungannya terhadap munisi klaster.

Bom klaster sendiri didesain untuk melepaskan lusinan bom kecil menyebar ke berbagai area. Meski tidak seluruhnya meledak, namun bom tersebut menimbulkan risiko buruk bagi warga sipil.

Amnesty International sebelumnya juga telah menyebut mantan Perdana Menteri Theresa May membakar kepalanya sendiri atas isu tersebut. "Sangat jelas senjata buatan Inggris yang digunakan telah melanggar hukum kemanusiaan internasional di Yaman." (mdk/tyo)

Aksi rekrutan anyar pemberontak Houthi pamer kekuatan

'Saudi ingin bangun Kerajaan Wahabi di Yaman'

Mau ambil gaji, 45 tentara di Yaman tewas dibom

OKI harus sejalan dengan Islam Rahmatan lil Alamin

Serangan udara Liga Arab hantam penjara di Yaman, 58 napi tewas

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.