Arab Saudi Temukan Harta Karun di Madinah Senilai Rp8,3 Triliun

Arab Saudi Temukan Harta Karun di Madinah Senilai Rp8,3 Triliun
Harta karun yang ditemukan di Madinah. ©Twitter@SgsOrgSa
DUNIA | 20 September 2022 18:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Arab Saudi mengumumkan temuan harta karun emas dan tembaga di wilayah Madinah, tepatnya di sekitar Aba Al-Raha. Temuan itu ditemukan Survei Geologi Saudi (SGS) pada Kamis pekan lalu.

Bukan hanya emas dan tembaga, tapi SGS juga menemukan sumber bijih tembaga yang terletak di empat lokasi di daerah Al-Madiq.

Dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (20/9), temuan baru itu diperkirakan akan mendatangkan investasi lokal dan internasional sebesar USD533 juta atau Rp8,3 triliun dan membuka sekitar 4 ribu lapangan pekerjaan.

Temuan ini diyakini mampu membantu pertumbuhan di sektor pertambangan Arab Saudi. Selain itu, temuan ini juga dapat membantu visi 2030 Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) yang bertujuan untuk mendiversifikasi perekonomian Arab Saudi.

Sebelumnya pada Juli lalu, Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Khalid Al-Mudaifer menyatakan negaranya berhasil menarik modal asing bagi industri pertambangan senilai lebih dari USD8 miliar atau Rp120,1 triliun.

Pada awal 2022, Saudi mengungkapkan ingin menarik investasi asing sebesar USD170 miliar atau Rp2.553 triliun sebelum akhir dekade ini. Namun laju pengembangan dan pertambangan yang melambat semenjak 2018, membuat sumber mineral Arab Saudi bernilai sekitar USD1,7 triliun.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan (mdk/pan)

Baca juga:
Penemuan Harta Karun Mosaik Era Bizantium di Jalur Gaza
Mirip Cerita Legenda, Timbunan Harta Karun dari Kapal Tenggelam 3 Abad Lalu Ditemukan
Cegah Perburuan Harta Karun, Sungai Musi Diusulkan Jadi Cagar Budaya
Harta Karun Pablo Escobar Uang Tunai Rp266 Miliar Ditemukan Dalam Kantong Plastik
Negara-Negara Arab Minta Netflix Hapus Konten yang Langgar Ajaran Islam
Ini Sosok Pengusaha Arab Tajir Melintir Beristri 2 Serumah, Salah Satunya Wanita WNI

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini