Arab Saudi Vonis Mati Lima Pembunuh Jamal Khashoggi

Arab Saudi Vonis Mati Lima Pembunuh Jamal Khashoggi
Jamal Khashoggi. ©2018 Merdeka.com
DUNIA | 24 Desember 2019 09:53 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pengadilan di Arab Saudi menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap lima terpidana kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada Senin (23/12). Khashoggi dibunuh pada akhir Oktober 2018 di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki saat tengah mengurus dokumen pernikahannya. Khashoggi merupakan kolumnis Washington Post dan pengkritik kebijakan kerajaan Arab Saudi.

Kasus yang menuai kecaman internasional ini juga menyeret nama putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). Tiga terpidana lainnya divonis bersalah oleh pengadilan kriminal Riyadh karena menutupi kejahatan tersebut dan dijatuhi hukuman 24 tahun penjara, menurut pernyataan kantor Jaksa Agung Arab Saudi yang dibacakan melalui televisi pemerintah. Demikian dilansir dari laman The Star, Selasa (24/12).

Secara keseluruhan, 11 orang diseret ke pengadilan atas kasus tersebut. Nama para terpidana tak diungkap pemerintah. Eksekusi mati yang berlaku di Kerajaan Arab Saudi dengan dipenggal, terkadang terbuka di hadapan publik. Semua terpidana masih bisa mengajukan banding.

Pengadilan menyimpulkan pembunuhan itu tidak direncanakan, menurut Shaalan al-Shaalan, juru bicara kantor jaksa agung. Kendati kasus ini dianggap sebagian telah rampung di Arab Saudi, namun di luar Riyadh, dugaan keterlibatan MBS masih dipertanyakan.

Amnesty International menyatakan penuntasan kasus ini "dibuat-buat". Sementara Agnes Callamard, pelapor khusus PBB yang menyelidiki kasus ini, mengecam persidangan sebagai "penghinaan terhadap keadilan," dengan mengatakan, "Fakta bahwa rantai komando dan negara belum diselidiki berarti bahwa sistem yang memungkinkan Jamal Khashoggi untuk dibunuh belum disentuh. ”

"Keputusan itu terlalu melanggar hukum untuk dapat diterima," kata tunangan Khashoggi dari Turki, Hatice Cengiz, dalam sebuah pesan teks kepada The Associated Press.

"Itu tidak bisa diterima," lanjutnya.

Baca Selanjutnya: Saat memasuki gedung konsulat pada...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami