Hot Issue

Arti Kemenangan Joe Biden Bagi Dunia

Arti Kemenangan Joe Biden Bagi Dunia
DUNIA | 10 November 2020 07:19 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Selama masa empat tahun Donald Trump menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), hubungan AS dengan dunia berubah cukup drastis. Kini, setelah kemenangan Joe Biden, diprediksi hubungan AS dengan sejumlah negara bakal berubah. Dikutip dari laman BBC, berikut arti kemenangan Joe Biden bagi sejumlah negara di dunia:

China

Hubungan AS dengan China memburuk dalam beberapa bulan terakhir setelah Trump menyalahkan China atas pandemi virus corona.

Beberapa analis berpendapat pemimpin China sekarang mungkin diam-diam merasa kecewa atas kemenangan Biden. Bukan karena mereka menyukai Trump, tetapi karena empat tahun lagi dia di Gedung Putih, pengaruh AS akan melemah. Memecah belah di dalam negeri, terisolasi di luar negeri - bagi Beijing, Trump tampaknya merupakan perwujudan yang telah lama dinantikan dan diharapkan akan penurunan kekuatan AS.

China mungkin mencoba mencari keuntungan dalam kesediaan Joe Biden untuk bekerja sama dalam masalah besar seperti perubahan iklim. Tetapi dia juga berjanji untuk memperbaiki aliansi Amerika, yang mungkin terbukti jauh lebih efektif dalam membatasi ambisi negara adidaya China daripada pendekatan Trump sendiri.

Dan kemenangan Biden menawarkan tantangan lain bagi sistem China yang tidak memiliki kendali demokratis. Jauh dari penurunan nilai-nilai Amerika, peralihan kekuasaan itu sendiri adalah bukti bahwa nilai-nilai tersebut bertahan.

India

India telah lama menjadi mitra penting bagi AS -
dan masa depan hubungan India dan AS diprediksi tak banyak berubah.

India akan tetap menjadi sekutu utama dalam strategi Indo-Pasifik Amerika untuk membatasi kebangkitan China, dan dalam memerangi terorisme global.

Konon, chemistry pribadi antara Biden dan Perdana Menteri India Narendra Modi bisa lebih sulit diprediksi. Trump menahan diri untuk tidak mengkritik kebijakan domestik kontroversial Modi - yang menurut banyak orang mendiskriminasi Muslim di negara itu.

Sementara Biden jauh lebih blak-blakan. Situs kampanyenya menyerukan pemulihan hak bagi semua orang di Kashmir, dan mengkritik Daftar Warga Nasional (NRC) dan Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan (CAA) - dua undang-undang yang memicu protes massal. Wakil Presiden terpilih Kamala Harris juga memiliki darah India, yang juga menentang beberapa kebijakan pemerintah nasionalis Hindu.

Baca Selanjutnya: Korea Utara...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami