AS akan Angkut Pesawat F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan karena Salah Mendarat

AS akan Angkut Pesawat F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan karena Salah Mendarat
jet tempur di kapal induk as. © Erik De Castro/Reuters
DUNIA | 26 Januari 2022 17:05 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Angkatan Laut Amerika Serikat kemarin mengatakan pihaknya sedang membuat perencanaan untuk mengangkat pesawat tempur F-35C yang jatuh ke Laut China Selatan setelah kecelakaan pendaratan pada pekan ini.

"Angkatan laut AS sedang membuat pengaturan operasi pemulihan untuk pesawat F-35C," kata juru bicara Armada ke-7 angkatan laut AS Letnan Nicholas Lingo, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Rabu (26/1).

Senin lalu sebanyak tujuh personel militer AS terluka dalam kecelakaan di dek kapal induk pengangkut pesawat USS Carl Vinson dan pilotnya terlempar, kata pihak angkatan laut AS.

"Saya dapat memastikan pesawat itu menabrak dek penerbangan saat mendarat dan kemudian jatuh ke air," ujar Lingo.

Saat ditanya tentang laporan media tanpa sumber yang menunjukkan ada kekhawatiran bahwa pesawat itu bisa jatuh ke tangan China, Lingo menjawab: "Kami tidak dapat berspekulasi tentang apa niat dari RRC dalam masalah ini."

Dia merujuk pada nama resmi China -- Republik Rakyat China (RRC), yang mengklaim sebagian besar wilayah di Laut China Selatan.

Kecelakaan itu adalah yang kedua yang melibatkan pesawat tempur F-35, yang dibuat oleh perusahaan dirgantara Lockheed Martin. Itu juga merupakan kecelakaan terbaru kapal induk hanya dalam waktu dua bulan.

2 dari 2 halaman

Sebuah pesawat tempur F-35 dari Inggris HMS Queen Elizabeth jatuh ke Laut Mediterania pada November 2021 meskipun pilot terlontar dan selamat kembali ke kapal.

Kementerian pertahanan Inggris mengatakan bahwa pesawat itu kemudian ditemukan.

Pada awal Januari 2022, pesawat tempur F-35A milik Korea Selatan melakukan pendaratan darurat selama pelatihan.

Pada April 2019, sebuah pesawat tempur siluman F-35 milik Jepang jatuh di Samudra Pasifik dekat Jepang utara hingga menewaskan pilotnya.

Sementara itu, angkatan laut AS mengatakan pilot terlontar dalam keadaan selamat dalam kecelakaan pesawat tempur serupa yang terjadi pada Senin (24/1), namun pilot itu termasuk di antara personel yang terluka.

Lockheed Martin, perusahaan dirgantara yang membuat jet F-35, melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan pada Selasa (25/1). (mdk/pan)

Baca juga:
Pesawat F-35 AS Salah Mendarat di Kapal Induk di Laut China Selatan
Filipina Beli Persenjataan Sistem Rudal dari India Senilai USD 375 juta
China Pernah Minta Indonesia Hentikan Pengeboran Minyak di Natuna
Ini Jawaban Kemlu Soal China Minta Indonesia Hentikan Pengeboran Migas di Natuna
Xi Jinping Sebut China Tak Ingin Menguasai Laut China Selatan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami