AS Beri Turki Sanksi dan Desak Gencatan Senjata dengan Kurdi di Suriah

DUNIA | 15 Oktober 2019 19:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Amerika Serikat, kemarin memberlakukan sanksi terhadap Turki, karena negara itu melancarkan operasi militer ke milisi Kurdi di Suriah bagian utara dan timur laut.

Sanksi tersebut berlaku untuk individu, entitas atau rekanan pemerintah Turki yang terlibat dalam "tindakan yang membahayakan warga sipil atau mengarah pada kemunduran lebih lanjut perdamaian, keamanan dan stabilitas di Suriah timur laut," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Aljazeera, Selasa (15/10).

Dalam pengumuman sanksi, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia menghentikan negosiasi pada kesepakatan perdagangan USD 100 miliar dengan Turki dan menaikkan tarif baja hingga 50 persen. Presiden juga menjatuhkan sanksi pada tiga pejabat senior Turki dan kementerian pertahanan dan energi Turki.

Dalam sebuah pernyataan, Trump mengatakan dia "sepenuhnya siap untuk dengan cepat menghancurkan perekonomian Turki jika para pemimpin Turki terus menempuh jalan berbahaya."

Trump mengatakan operasi militer Turki "membahayakan warga sipil dan mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan itu".

Menurut Departemen Keuangan AS, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu, dan Menteri Energi Fatih Donmez ditempatkan dalam daftar hitam sanksi departemen, membekukan aset mereka di Amerika Serikat dan melarang transaksi terkait dengan mereka.

"Saya sangat jelas dengan (Presiden Turki Recep Tayyip) Erdogan: Tindakan Turki memicu krisis kemanusiaan dan menetapkan kondisi untuk kemungkinan kejahatan perang," tambah Trump dalam pernyataannya.

"Turki harus memastikan keselamatan warga sipil, termasuk minoritas agama dan etnis, dan sekarang, atau mungkin di masa depan, bertanggung jawab atas penahanan berkelanjutan teroris ISIS di wilayah tersebut."

Pada saat yang sama, pemerintahan Presiden Trump juga menyerukan gencatan senjata antara Turki dan Kurdi Suriah yang berkonflik di wilayah itu, demikian seperti dikutip dari Aljazeera, Selasa (15/10).

Trump juga mengatakan akan mengirim Wakil Presiden Mike Pence dan Penasihat Kepresidenan Bidang Keamanan Nasional Robert O'Brien ke Ankara sesegera mungkin untuk memulai perundingan.

Sementara itu, Mike Pence mengatakan bahwa Presiden Trump telah berbicara langsung dengan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang berjanji tidak akan menyerang kota perbatasan Kobane.

"Presiden Trump menyampaikan kepadanya dengan sangat jelas bahwa Amerika Serikat ingin Turki menghentikan invasi, menerapkan gencatan senjata segera dan mulai bernegosiasi dengan pasukan Kurdi di Suriah untuk mengakhiri kekerasan," kata Wapres Pence.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menuturkan sanksi ini akan melukai ekonomi Turki yang sudah lemah dan Wapres Mike Pence memperingatkan, AS akan terus meningkatkan sanksi kecuali Turki "bersedia merangkul gencatan senjata, datang ke meja perundingan dan mengakhiri kekerasan."

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tidak Takut Sanksi AS, Erdogan Tolak Saran untuk Gencatan Senjata dengan Kurdi
Memahami Peta Baru Konflik Suriah dari 10 Pertanyaan
Pejuang Suriah dan Militer Turki Sempatkan Ibadah di Sela Pertempuran
Suasana Mencekam Saat Turki Bertempur Melawan Kurdi
Tak Ada Musuh Abadi, Suriah Kini Bersekutu dengan Kurdi Hadapi Turki
Pasukan Suriah Bergerak ke Utara, Bersiap Hadapi Tentara Turki di Perbatasan

(mdk/pan)