AS Berlakukan Jam Malam Setelah Kerusuhan yang Dipicu Penembakan Pemuda Kulit Hitam

AS Berlakukan Jam Malam Setelah Kerusuhan yang Dipicu Penembakan Pemuda Kulit Hitam
Demo anti-Trump setelah Pilpres AS. ©REUTERS/Eduardo Munoz
DUNIA | 13 April 2021 12:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pihak berwenang di dan sekitar Minneapolis, Amerika Serikat, mengumumkan pemberlakuan jam malam selama Senin malam, setelah seorang polisi menembak mati seorang pemuda kulit hitam, yang meningkatkan ketegangan di kota tersebut.

“Saya telah mendeklarasikan keadaan darurat di kota Minneapolis, dan kami menindaklanjutinya dengan jam malam yang akan dimulai pukul 07.00 malam mulai malam ini sampai pukul 06.00 besok pagi,” jelas Wali Kota Jacob Frey dalam konferensi pers, dilansir Al Arabiya, Selasa (13/4).

Jam malam juga diberlakukan di kota kembar St Paul termasuk di lingkungan sekitarnya mencakup Hennepin County, di mana pemuda 20 tahun Daunte Wright tewas pada Minggu ketika seorang petugas polisi secara keliru menggunakan pistolnya, bukan taser atau senjata kejut. Daunte Wright ditilang polisi karena melanggar lampu merah.

Dalam sebuah pernyataan, kepolisian Brooklyn Center menyampaikan, polisi menilang seorang pria karena melanggar lampu merah sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Ketika polisi mencoba menangkapnya, Daunte masuk kembali ke dalam mobilnya. Salah seorang petugas menembaknya. Pemuda itu berkendara beberapa blok sebelum menabrak kendaraan lain dan meninggal di TKP.
Setelah penembakan itu, sekitar 100 orang berkumpul di TKP, kata Komisioner Keamanan Masyarakat Minnesota, John Harrington. Penegak hukum meminta mereka membubarkan diri, dan mereka mematuhi.

Sekitar 200 orang kemudian berbaris menuju Departemen Kepolisian Brooklyn Center hari itu. Beberapa orang melempar batu dan benda lain ke polisi. Kerumuman kedua berkumpul di pusat perbelanjaan Shingle Creek Crossing.

Sekitar 20 toko dijarah. Polisi kemudian merespons dengan gas air mata, granat setrum, dan peluru karet, menurut unggahan media sosial para jurnalis dan aktivis di TKP. (mdk/pan)

Baca juga:
Polisi Tembak Mati Pemuda Kulit Hitam, Kericuhan Hingga Penjarahan Pecah di AS
Polisi di Minnesota Tembak Mati Pemuda Kulit Hitam karena Langgar Lampu Merah
4 Tewas Dalam Penembakan di Gedung Perkantoran California
Suasana Mencekam Penembakan Massal di Swalayan AS
Penembakan Massal Kembali Terjadi di AS, 10 Orang Tewas Termasuk Polisi
Ini Lokasi Penembakan Brutal di Atlanta yang Tewaskan 6 Orang Keturunan Asia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami