AS dan Israel Jadi Biang Kerok Jatuhnya Pesawat Ukraina di Iran?

DUNIA | 22 Januari 2020 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Maskapai Ukraine International Airlines nomor penerbangan PS752 jatuh setelah terbang dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran, Iran, Rabu (8/1). Seluruh penumpang berjumlah 176 orang beserta kru tewas dalam kecelakaan itu.

Jatuhnya maskapai Ukraina ini tak lama setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke arah dua pangkalan militer AS di Irak. Iran sempat mengaku tak sengaja menembak pesawat tersebut.

Namun ada kabar dugaan keberadaan Amerika Serikat dan Israel di balik jatuhnya maskapai Ukraina:

1 dari 4 halaman

Serangan Siber AS dan Israel Diduga Penyebab Jatuhnya Maskapai Ukraina

Beberapa jam setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke Pangkalan Militer AS di Irak, tiba-tiba maskapai Ukraine International Airlines nomor penerbangan PS752 jatuh. Seluruh penumpang tewas dalam kecelakaan itu.

Amerika Serikat sempat menuduh Iran sebagai penyebab kecelakaan tersebut. Iran sempat membantah, dan kemudian mengaku tak sengaja menembak pesawat tersebut. Namun ada informasi lain di balik kecelakaan itu.

Menurut mantan pejabat CIA spesialis bidang kontra terorisme dan intelijen militer, Philip Giraldi, kemungkinan ada serangan siber yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan kemungkinan Israel.

"Operator rudal Iran dilaporkan mengalami 'gangguan' yang cukup besar dan transponder pesawat dimatikan dan berhenti mentransmisikan beberapa menit sebelum rudal diluncurkan. Ada juga masalah dengan jaringan komunikasi komando pertahanan udara, yang mungkin terkait," kata mantan spesialis CIA ini, dikutip dari laman Press TV, Senin (20/1).

"Sistem siber Iran telah mengidentifikasi dan merekam objek virtual yang diproduksi oleh AS di wilayah udara negara itu," katanya.

2 dari 4 halaman

Ada yang Mengganggu Pertahanan Udara Iran

Mantan pejabat CIA spesialis bidang kontra terorisme dan intelijen militer, Philip Giraldi berpendapat bahwa sistem pertahanan udara Iran kemungkinan ditempatkan dalam mode operasi manual sebagai akibat dari kemungkinan gangguan elektronik yang berasal dari sumber yang tidak diketahui.

Sementara itu, penutupan transponder pesawat, yang akan mengirim sinyal menginformasikan kepada operator bahwa pesawat itu adalah pesawat sipil, menunjukkan hal berlawanan. Operator, yang pasti telah diberi penjelasan tentang kemungkinan mengganggu rudal jelajah Amerika, harus memutuskan hanya dalam beberapa detik apakah akan menembak jatuh pesawat yang mendekati lokasi militer yang sensitif.

"Mengingat apa yang terjadi pada pagi itu di Teheran, masuk akal untuk mengasumsikan bahwa sesuatu atau seseorang dengan sengaja mengganggu pertahanan udara Iran dan transponder di pesawat, mungkin sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kecelakaan penerbangan yang akan dikaitkan kepada pemerintah Iran," kata Giraldi.

Seorang perwira senior militer Iran tidak mengesampingkan kemungkinan gangguan pada jaringan radar Iran oleh Amerika Serikat, menyebabkan operator salah mengira pesawat Ukraina itu sebagai rudal jelajah musuh.

3 dari 4 halaman

Ada Jet Amerika di Sekitar Perbatasan Iran

Pejabat Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan ada informasi bahwa setidaknya enam jet F-35 Amerika "berada di wilayah perbatasan Iran" pada saat kecelakaan itu.

"Informasi ini belum diverifikasi, tetapi saya ingin menggarisbawahi kegelisahan yang selalu menyertai situasi seperti itu," kata Lavrov, Jumat.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau menyalahkan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran atas kecelakaan pesawat tersebut.

"Jika saja tak ada ketegangan, jika tidak ada eskalasi baru-baru ini di wilayah tersebut, warga negara Kanada saat ini berada di rumah bersama keluarga mereka," ujarnya kepada jaringan kantor berita Kanada, Global National pada Senin.

Sebanyak 57 warga negara Kanada berada dalam pesawat nahas tersebut.

4 dari 4 halaman

Pesawat Jatuh Saat Iran dan AS Memanas

Maskapai Ukraina jatuh saat hubungan Iran dan Amerika Serikat memanas. Iran membalas perbuatan AS atas kematian Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Soleimani. Saat itu, Iran menembakkan puluhan rudal ke arah pangkalan militer AS di Irak.

Namun salah satu rudal malah mengenai maskapai Ukraina. Alhasil, pesawat tersebut jatuh di Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran, Iran, Rabu (8/1). Seluruh penumpang berjumlah 176 orang dan kru pesawat tewas dalam kecelakaan tersebut. (mdk/dan)

Baca juga:
Serangan Siber AS dan Israel Sebabkan Jatuhnya Pesawat Ukraina di Iran?
Lima Negara Tuntut Iran Bayar Kompensasi Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina
Pertama Kali Sejak 2012, Ayatollah Ali Khamenei Jadi Imam Salat Jumat di Iran
Iran Minta Pasukan AS dan Uni Eropa Segera Hengkang dari Timur Tengah
Menlu Javad Zarif Akui Rakyat Iran Dibohongi Soal Penyebab Jatuhnya Pesawat Ukraina
Video: Dua Rudal Ditembakkan ke Pesawat Penumpang Ukraina

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.