AS Diam-diam Usir Dua Diplomat China Diduga Mata-mata, Coba Terobos Pangkalan Militer

DUNIA | 16 Desember 2019 16:14 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara diam-diam mengusir dua pejabat Kedutaan Besar China setelah berusaha memasuki area sensitif di pangkalan militer di Virginia, menurut pihak yang mengetahui kasus tersebut. Pengusiran ini diperkirakan baru pertama kali terjadi terhadap diplomat China yang diduga terlibat spionase dalam 30 tahun terakhir ini.

Pejabat AS yakin setidaknya satu pejabat China adalah petugas intelijen yang beroperasi di bawah dalih diplomatik, mengatakan ada enam orang yang mengetahui pengusiran tersebut. Pejabat China tersebut, termasuk istri mereka, menghindari anggota militer yang mengejar mereka dan berhenti hanya setelah truk pemadam kebakaran menghalangi jalan mereka.

Kejadian tersebut berlangsung pada September lalu, yang tidak dipublikasikan baik oleh Washington maupun Beijing, telah meningkatkan kekhawatiran pemerintahan Presiden Donald Trump bahwa China memperluas upaya mata-matanya di AS ketika kedua negara semakin terkunci dalam persaingan geopolitik dan ekonomi. Para pejabat intelijen AS mengatakan China memiliki ancaman spionase yang lebih besar daripada negara lain.

Pengusiran tersebut menunjukkan pemerintah AS sekarang mengambil kebijakan keras terhadap terduga mata-mata China, kata pejabat, dilansir dari The Independent, Senin (16/12).

Kejadian terbaru dari dugaan mata-mata menambah ketegangan antara AS dan China, dua negara dengan ekonomi terbesar dan saingan strategis terbesar. Ketegangan kedua negara meningkat karena perang dagang yang dimulai Presiden Trump pada Juli 2018 dan belum menunjukkan tanda-tanda untuk mereda.

1 dari 1 halaman

Peristiwa tersebut terjadi pada akhir September di instalasi sensitif dekat Norfolk, Virginia. Pangkalan itu mencakup pasukan Operasi Khusus, kata orang-orang yang mengetahui insiden itu. Beberapa pangkalan di daerah tersebut memiliki unit-unit, termasuk satu dengan markas besar Angkatan Laut, tim elit SEAL Team Six.

Pejabat China dan istri mereka pergi ke pos pemeriksaan untuk masuk ke pangkalan, kata orang-orang yang diberi pengarahan tentang kejadian tersebut. Seorang penjaga, menyadari bahwa mereka tidak memiliki izin untuk masuk, mengatakan kepada mereka untuk pergi melalui gerbang, berbalik dan keluar dari pangkalan, yang merupakan prosedur umum dalam situasi seperti itu.

Namun para pejabat China tersebut tetap melanjutkan perjalanan menuju pangkalan. Setelah truk pemadam kebakaran memblokir mereka, para pejabat tersebut mengatakan mereka tidak mengerti instruksi bahasa Inggris penjaga dan mengaku tersesat.

Tidak jelas apa yang mereka coba lakukan di pangkalan itu, tetapi beberapa pejabat AS mengatakan mereka percaya itu untuk menguji keamanan di instalasi tersebut. (mdk/pan)

Baca juga:
Iran Tangkap 8 Orang Diduga Terkait CIA karena Dianggap Picu Demo Rusuh
Dicurigai Mata-mata, Perempuan China Dipenjara 8 Bulan karena Masuk Resor Milik Trump
Dua Mantan Pegawai Twitter Diadili di AS Karena jadi Mata-mata Saudi
Jual Rahasia AS ke China, Eks Mata-Mata CIA Divonis 19 Tahun Penjara
Mengaku Jadi Mata-Mata, Dua Warga Iran Ditangkap di AS
Cerita Jane Foster, Agen OSS/CIA Memata-matai Indonesia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.