AS Klaim Tembak Jatuh Drone Iran di Selat Hormuz

DUNIA | 19 Juli 2019 18:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Amerika Serikat mengklaim salah satu kapal perangnya yang beroperasi di Selat Hormuz (kawasan di antara Teluk Persia dan Teluk Oman) menembak jatuh sebuah pesawat nirawak atau drone milik Iran.

Insiden itu pertama kali diungkapkan oleh Presiden Donald Trump, yang mengatakan bahwa USS Boxer, sebuah kapal perang amfibi, mengambil tindakan defensif setelah drone tersebut berada dalam jarak 1.000 yard dari kapal dan mengabaikan beberapa peringatan untuk mundur.

"Drone itu segera dihancurkan," kata Trump seperti dilansir The Guardian, Jumat (19/7). Ia menambahkan, pesawat tak berawak ini mengancam keselamatan kapal dan seluruh awaknya. Ia lalu meminta negara-negara lain untuk mengutuk Iran dan melindungi kapal-kapal mereka.

"Kasus ini adalah yang terbaru dari banyak tindakan provokatif yang dilakukan Iran terhadap kapal yang beroperasi di perairan internasional. Amerika Serikat berhak untuk membela personel, fasilitas, dan kepentingannya, dan menyerukan kepada semua negara untuk mengutuk upaya Iran yang mengganggu kebebasan navigasi dan perdagangan global," lanjut presiden ke-45 Amerika Serikat tersebut.

Di satu sisi, Pentagon membenarkan dalam sebuah pernyataan bahwa USS Boxer memang telah mengambil "tindakan defensif" terhadap sebuah drone, tetapi tidak menyebutkan apakah pesawat tanpa awak itu adalah milik Iran.

Kepala juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, menyampaikan dalam sebuah keterangan tertulis: "Sistem udara tak berawak tetap mendekati Boxer dalam jarak yang mengancam. USS Boxer kemudian mengambil tindakan defensif terhadapnya demi memastikan keamanan kapal dan kru kami."

Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif dalam kunjungannya ke PBB di New York, mengatakan kepada wartawan: "Kami tidak memiliki informasi tentang kehilangan pesawat nirawak."

Ketegangan di kawasan Teluk sangat tinggi setelah Donald Trump, pada Mei 2018, memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian nuklir multilateral 2015 dengan Iran dan memberlakukan embargo minyak serta perbankan terhadap Iran.

Sementara itu, Iran baru-baru ini dilaporkan menembak jatuh drone Amerika Serikat yang katanya terbang di atas perairan Iran.

Kemarin Iran mengatakan Pasukan GArda Revolusionernya menyita sebuah kapal asing dan 12 ABK (anak buah kapal) karena diduga menyelundupkan minyak ke luar negeri.

Beberapa jam kemudian, sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan kapal tersebut adalah kapal yang berbasis di Uni Emirat Arab dan telah lenyap di perairan Iran selama akhir pekan.

Zarif mengatakan, kapal itu berukuran relatif kecil dan disita sebagai bagian dari patroli rutin terhadap penyelundupan maritim di kawasan tersebut.

Reporter: Afra Augesti

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Saudi Serukan Umat Islam Hindari Politisasi dalam Ibadah Haji
Intip Gaya Latihan Militer Pejuang Kurdi di Irak
Tanda-tanda Memudarnya Kekuatan Amerika di Berbagai Belahan Dunia
Ancaman Menlu AS ke Iran jika Langgar Batas Pengayaan Uranium
DPR Sahkan UU Kerja Sama Ekstradisi Indonesia-Iran

(mdk/pan)