AS Sebut China "Ancaman Paling Berat" Bagi Masa Depan Kebebasan Beragama

AS Sebut China
DUNIA | 30 Oktober 2020 18:17 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo mengatakan China adalah "ancaman paling berat" bagi masa depan kebebasan beragama. Ini adalah serangan verbal terbarunya pada Beijing selama kunjungannya ke Asia.

Pompeo mengunjungi sejumlah negara Asia pekan ini yang dimulai dari India, Sri Lanka, Maladewa, Indonesia, dan Vietnam.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Pompeo menyinggung perlakuan China terhadap minoritas Muslim Uighur.

"Ancaman terberat bagi masa depan kebebasan beragama adalah perang Partai Komunis China terhadap semua agama: Muslim, Buddha, Kristen, dan pengikut Falun Gong," jelasnya dalam pidatonya saat menghadiri acara GP Anshor di Jakarta pada Kamis, dikutip dari Alarabiya, Jumat (30/10).

"Partai Komunis China ateis telah mencoba meyakinkan dunia tindakan brutalnya terhadap Muslim Uighur di Xinjiang untuk kontra terorisme atau mengentaskan kemiskinan," lanjutnya.

Para kelompok HAM mengatakan, lebih dari 1 juta Uighur ditahan di kamp-kamp di wilayah barat laut Xinjiang, sebagai upaya Beijing memaksa integrasi masyarakat dan mencabut warisan Islam warga setempat.

China membantah hal tersebut dan menyebut kamp-kamp itu adalah pusat vokasi yang mengajarkan berbagai keterampilan untuk mencegah radikalisme Islam menyusul sejumlah serangan.

"Tapi kita tahu bahwa tak ada pembenaran kontra terorisme saat memaksa Muslim Uighur memakan babi selama Ramadan, atau merusak pemakaman Muslim," jelas Pompeo.

"Tak ada pembenaran pengentasan kemiskinan untuk pemaksaan KB, atau menjauhkan anak-anak dari orang tua mereka untuk dididik kembali di sekolah berasrama yang dikelola negara.”

Baca Selanjutnya: Pompeo menolak apa yang disebutnya...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami