AS Siap Kirimkan Roket Jarak Jauh ke Ukraina yang Bisa Jangkau Wilayah Rusia

AS Siap Kirimkan Roket Jarak Jauh ke Ukraina yang Bisa Jangkau Wilayah Rusia
senjata roket jarak jauh as. ©AFP
DUNIA | 27 Mei 2022 15:20 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden kini tengah mempersiapkan pengiriman senjata roket jarak jauh ke Ukraina sebagaimana yang diminta. Demikian dikatakan sejumlah pejabat AS.

Pengiriman ini adalah bagian dari paket bantuan militer dan keamanan bagi Ukraina. Pengumuman mengenai hal ini akan disampaikan pekan depan.

Sejumlah pejabat Ukraina, termasuk Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam beberapa pekan terakhir sudah memohon kepada AS dan sekutunya untuk memberi mereka Sistem Peluncuran Banyak Roket Sekaligus atau MLRS. Senjata buatan AS ini bisa melepaskan serangkaian roket dengan daya jangkau ratusan kilometer lebih jauh dari yang dimiliki Ukraina saat ini. Menurut Ukraina, senjata semacam itu bisa menjadi pengubah arah perang dengan Rusia saat ini.

Laman CNN melaporkan, Kamis (26/5), Ukraina juga meminta bantuan High Mobility Artilerry Rocket System (HIMARS) yang memiliki kemampuan melepaskan amunisi roket seperti MLRS.

Pejabat Ukraina mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir Rusia menggempur wilayah timur Ukraina, di mana mereka kekurangan personel dan senjata.

Pemerintahan Biden sempat mengabaikan permintaan itu karena Dewan Keamanan Nasional memperingatkan Ukraina bisa menggunakan senjata itu untuk melancarkan serangan ke wilayah Rusia.

Masalahnya, AS khawatir pengiriman senjata itu akan dipandang Rusia sebagai bentuk provokasi dan memicu pembalasan terhadap AS.

MLRS atau versinya yang lebih ringan yaitu HIMARS, bisa menjangkau hingga 300 kilometer, tergantung tipe amunisinya. Senjata itu bisa diluncurkan dari kendaraan militer di darat dan itu lebih memudahkan Ukraina untuk menyerang target di wilayah Rusia.

Ukraina sebelumnya diyakini sudah melancarkan serangan melintasi perbatasan hingga masuk wilayah Rusia. Serangan itu tidak dibantah atau dibenarkan oleh pihak Ukraina. Pejabat Rusia mengatakan segala hal yang mengancam wilayah mereka bisa memicu situasi lebih buruk dan negara Barat bisa menjadi sasaran yang sah dalam perang ini karena terus mempersenjatai Ukraina.

Kekhawatiran lain di dalam pemerintahan Biden adalah apakah AS mampu memberikan begitu saja senjata canggih mereka kepada Ukraina dari stok yang ada. (mdk/pan)

Baca juga:
Stok Gandum Dunia yang Tersisa Hanya Cukup untuk 2,5 Bulan
Afrika Disebut Turut Jadi Korban Perang Rusia-Ukraina
Rusia Akan Buka Koridor Agar Kapal Asing Bisa Keluar dari Ukraina
George Soros: Ukraina Bisa Jadi Awal Perang Dunia Ketiga
Presiden Ukraina Hanya Bersedia Temui Putin untuk Akhiri Perang
Intelijen Ukraina: Putin Selamat dari Upaya Pembunuhan
Meski Salah Sebut, George Bush Akhirnya "Akui" Invasi ke Irak Sangat Brutal

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami