Asal Usul Nama Omicron, Varian Baru Covid-19 yang Terdeteksi di Afrika Selatan

Asal Usul Nama Omicron, Varian Baru Covid-19 yang Terdeteksi di Afrika Selatan
Ilustrasi Virus Corona. ©2020 Merdeka.com/ cdc
DUNIA | 28 November 2021 20:11 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pasar saham anjlok pada Jumat, harapan dapat menjinakkan virus corona meredup, dan istilah baru menambah kosakata pandemi: Omicron.

Varian Covid-19 yang muncul di Afrika Selatan itu dinamai berdasarkan huruf ke-15 alfabet Yunani.

Sistem penamaan, yang diumumkan WHO pada Mei, membuat komunikasi publik soal berbagai varian virus menjadi lebih mudah dan mengurangi keragu-raguan, menurut badan PBB tersebut dan para ahli.

Contohnya, varian yang muncul di India tidak dikenal secara populer sebagai B.1.617.2. Tapi lebih dikenal sebagai Delta, huruf keempat dalam huruf Yunani.

Sekarang ada tujuh "variant of interest" (varian yang menjadi perhatian) atau "variant of concern" (varian yang mengkhawatirkan) dan setiap varian dinamai berdasarkan huruf Yunani, menurut halaman penelusuran WHO.

Beberapa varian lainnya dengan huruf Yunani tidak sampai pada tingkat klasifikasi tersebut (variant of concern atau variant of interest), dan WHO juga melompati dua huruf sebelum Omicron yaitu "Nu" dan "Xi", memicu spekulasi "Xi" dihindari untuk menghormati Presiden China, Xi Jinping.

Dikutip dari New York Times, Minggu (28/11), juru bicara WHO Tarik Jasarevik menyampaikan pada Sabtu, "Nu" gampang dikecohkan dengan "new", sementara "Xi" tidak digunakan karena "nama terakhir yang umum".

Selain itu, sistem penamaan penyakit juga menghindari hal yang dapat menyinggung kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional, atau etnis mana pun.

Beberapa varian yang lebih dikenal, seperti Delta, meningkat menjadi varian yang mengkhawatirkan. Varian lainnya dalam kategori itu dinamakan Alpha, Beta, dan Gamma. Varian lain yang muncul, yang dikategorikan varian yang menjadi perhatian dinamai Lambda dan Mu. Huruf Yunani lainnya digunakan untuk varian yang tidak memenuhi ambang batas tersebut tetapi Nu dan Xi adalah satu-satunya yang dilewati.

WHO menggalakkan sistem penamaan yang sederhana dan mudah diakses, tidak seperti nama ilmiah variannya, yang “sulit untuk diucapkan dan diingat, dan rentan terhadap kesalahan pelaporan,” katanya.

Beberapa peneliti setuju.

Angela Rasmussen, seorang ahli virologi di Universitas Saskatchewan, mengatakan dia melakukan banyak wawancara dengan wartawan tahun ini, sebelum sistem penamaan Yunani diumumkan, dan dia menemukan penjelasan yang membingungkan tentang varian B.1.1.7 dan B.1.351. Mereka sekarang dikenal sebagai Alpha, yang muncul di Inggris, dan Beta, yang muncul di Afrika Selatan.

“Itu membuatnya sangat rumit untuk dibicarakan," ujarnya.

“Pada akhirnya orang-orang menyebutnya varian Inggris atau varian Afrika Selatan.”

Itulah alasan besar lainnya mengapa WHO beralih ke ke sistem penamaan Yunani.

Menurut Rasmussen, konvensi penamaan yang lebih lama tidak adil bagi orang-orang di mana virus itu muncul. Badan tersebut menyebut praktik menggambarkan varian berdasarkan tempat mereka terdeteksi sebagai "stigmatisasi dan diskriminatif."

Menurut Rasmussen, praktik penamaan virus untuk wilayah juga secara historis menyesatkan. Ebola, misalnya, dinamai untuk sungai yang sebenarnya jauh dari tempat virus itu muncul.

“Sejak awal pandemi, saya ingat orang-orang berkata: 'Kami menyebutnya flu Spanyol. Mengapa kita tidak menyebutnya sebagai virus corona Wuhan?’” kata Rasmussen.

“Flu Spanyol bukan berasal dari Spanyol. Kami tidak tahu dari mana asalnya, tetapi ada kemungkinan besar itu muncul dari AS.”

WHO mendorong otoritas nasional dan media untuk mengadopsi label baru. Mereka tidak menggantikan nama teknis, yang menyampaikan informasi penting kepada para ilmuwan dan akan terus digunakan dalam penelitian. (mdk/pan)

Baca juga:
Cegah Omicron: WNA dari 11 Negara Ini Dilarang Masuk, WNI Karantina 14 Hari
Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Panik dan Tetap Patuh Prokes Sikapi Varian Omicron
Penjelasan Menkes soal Efikasi Vaksin Hadapi Kemunculan Varian Omicron
Apakah Vaksin Masih Efektif Lawan Varian Omicron, Ini Jawaban Para Ahli
Waspada Omicron, WNI & WNA Lakukan Perjalanan dari Luar Negeri Karantina 7 Hari
Menko Luhut soal Varian Omicron: Lockdown Tidak Menyelesaikan Masalah
Cegah Penyebaran Varian Omicron, WNA & WNI dari Luar Negeri Dikarantina 7 Hari

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami