ASEAN Disebut Ubah Pernyataan Rilis Terkait Myanmar, Hapus Soal Tahanan Politik

ASEAN Disebut Ubah Pernyataan Rilis Terkait Myanmar, Hapus Soal Tahanan Politik
Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing tiba di Indonesia. ©Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
DUNIA | 26 April 2021 17:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Draf pernyataan yang beredar sehari sebelum KTT ASEAN terkait krisis Myanmar mencakup pembebasan tahanan politik sebagai salah satu poin "konsensus", kata tiga sumber yang mengetahui dokumen itu.

Tetapi dalam pernyataan final di akhir KTT yang digelar pada Sabtu itu, pernyataan untuk membebaskan tahanan politik dicoret dan konsensus tidak berisi permintaan tegas pembebasan mereka, demikian kata dua dari tiga sumber tersebut, dilansir Reuters, Senin (26/4).

Ketiadaan ASEAN dalam menyuarakan isu ini mengagetkan para aktivis HAM dan penentang kudeta, memicu kritik terhadap pertemuan tersebut yang dinilai tidak terlalu berhasil mengekang para pemimpin militer negara tersebut.

Kelompok pemantau mengatakan, 3.389 orang telah ditangkap sejak kudeta 1 Februari, dan hampir 750 orang terbunuh karena tindakan keras aparat terhadap para penentang kudeta.

"Konsensus lima poin" dalam pernyataan ketua di akhir pertemuan para pemimpin ASEAN itu tidak mengacu pada pembebasan tahanan politik. Namun, pernyataan itu secara terpisah menyebutkan bahwa KTT "mendengar seruan" untuk pembebasan mereka. KTT tersebut dihadiri oleh pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing.

Di antara mereka yang ditahan militer adalah Aung San Suu Kyi, yang partainya memenangkan pemilu November 2020, termasuk juga presiden terpilih dan anggota parlemen lainnya.

Ada kebingungan setelah KTT karena beberapa pemimpin dan diplomat membuat komentar yang menunjukkan konsensus telah dicapai untuk menyerukan pembebasan tahanan politik.

“Malaysia mendorong diakhirinya kekerasan di Myanmar, pembebasan tahanan politik, dan Utusan ASEAN akan bertemu dengan semua pihak yang terlibat,” jelas Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein di media sosial pada Minggu.

“Para pemimpin menyepakati konsensus terkait hal ini.”

Seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Malaysia merujuk Reuters ke kalimat dalam pernyataan ketua bahwa ada seruan untuk pembebasan tahanan.

Baca Selanjutnya: Dua sumber yang melihat draf...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami