Assad Ragukan Kematian Baghdadi, Kecam Skenario Amerika

DUNIA | 1 November 2019 15:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Presiden Suriah, Basyar al-Assad meragukan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait kematian pemimpin ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. Trump mengumumkan melalui siaran langsung terbunuhnya Baghdadi pada Minggu (27/10).

Assad mengingatkan, serangan pasukan khusus AS yang dipublikasikan secara luas yang disebut membunuh Baghdadi, menyisakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban dan tidak boleh langsung ditelan mentah-mentah. Hal ini disampaikan Assad selama wawancara panjang dengan media pemerintah pada Kamis (31/10), dilansir dari Russia Today, Jumat (1/11).

Assad menyatakan Damaskus tak terlibat dalam penyerangan tersebut. Dia mendengar klaim Trump dari pemberitaan media. Dia menyebut peserta imajiner yang terlibat dalam operasi seharusnya menambah kredibilitas dan negara-negara dalam daftar yang terlibat operasi penyerangan bangga menjadi bagian dari operasi besar.

Rekaman udara berlangsungnya operasi juga tak meyakinkan Assad apakah operasi itu benar-benar terjadi atau tidak. Dia curiga operasi penyerangan Baghdadi mirip dengan pembunuhan pimpinan Al Qaidah Usamah Bin Ladin pada 2011.

"Kenapa jasad Baghdadi tak ditunjukkan? Ini skenario yang sama seperti Bin Ladin. Jika mereka menggunakan dalih yang berbeda untuk tidak menunjukkan jasad, mari kita ingat bagaimana Presiden Saddam Hussein ditangkap dan bagaimana seluruh operasi ditunjukkan dari A sampai Z; mereka menunjukkan gambar dan klip video setelah mereka menangkapnya," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Amerika Menyembunyikan Sesuatu

Assad menambahkan, pembunuhan putra Saddam Husein juga didokumentasikan dengan baik dan dipublikasikan secara luas, menduga Amerika menyembunyikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembunuhan Baghdadi maupun Bin Ladin dengan motif tertentu.

Assad mengatakan jika Baghdadi benar-benar tewas, termasuk kehancuran ISIS tak akan berarti apapun. Pasalnya akar masalah - ideologi Wahabi yang berusia lebih dari dua abad tak akan ikut mati. Menurutnya, pemikiran Islam radikal dan Baghdadi hanyalah alat AS selama ini, alat tersebut itu dapat dengan mudah dirancang ulang di tempat lain.

Saya percaya semua yang berhubungan dengan operasi ini adalah tipuan. Baghdadi akan diciptakan kembali dengan nama yang berbeda, individu yang berbeda, atau ISIS secara keseluruhan dapat direproduksi sesuai kebutuhan dengan nama yang berbeda tetapi dengan pemikiran dan tujuan yang sama. Otak seluruh skenario itu sama, orang Amerika," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Serangan Balasan

Pentagon kemarin merilis video pertama penggerebekan lokasi persembunyian pemimpin kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah yang akhirnya menewaskan Abu Bakar al-Baghdadi pada Sabtu malam lalu.

Video dari udara yang berwarna hitam putih itu memperlihatkan siluet pasukan khusus AS mendekati lokasi persembunyian Baghdadi yang dikelilingi tembok. Kemudian beberapa bom terlihat menghantam lokasi itu diikuti kilatan cahaya dan layar berubah menjadi abu-abu.

Dilansir dari laman the Guardian, Kamis (31/10), Kepala Komando Pusat AS Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan pengeboman itu dilakukan setelah semua militan dan personel yang selamat dievakuasi. Pengeboman dilakukan supaya tempat itu tidak dijadikan lokasi ziarah.

Dalam jumpa pers dengan wartawan kemarin di Pentagon McKenzie tidak bisa memastikan klaim ucapan Presiden Donald Trump yang mengatakan Baghdadi menangis dan merintih beberapa saat sebelum dia tewas meledakkan diri.

Dia mengatakan sisa jasad Baghdadi yang dikumpulkan setelah dia meledakkan diri di dalam terowongan dengan membawa mati kedua anaknya kini sudah dibuang ke laut. Laporan awal menyebut ada tiga anak Baghdadi ikut tewas tapi hasil analisis setelah kejadian menyatakan hanya ada dua anak. Keduanya berusia di bawah 12 tahun.

McKenzie memperingatkan kejadian ini bisa membuat kelompok militan ISIS dan yang lainnya melancarkan serangan balasan.

"Mereka akan sangat berbahaya. Kami menduga mereka akan melancarkan semacam serangan balasan. Kami tidak melihat pertumpahan darah akan berkurang karena ideologi mereka masih tetap ada di luar sana." (mdk/pan)

Baca juga:
Anjing yang Ikut Buru Baghdadi hingga Tewas Bakal Dapat Medali Kehormatan
ISIS Akui Baghdadi Tewas, Umumkan Pengganti
'Kami Tidak Melihat Mayatnya', Teori Konspirasi Beredar Usai Kabar Kematian Baghdadi
Baghdadi Bayar Musuh Buat Perlindungan Tapi Dikhianati Orang Dekatnya Sendiri
Pentagon Rilis Video Penggerebekan Baghdadi di Suriah
Komunitas Yazidi Nilai Kematian Baghdadi Tak Sebanding dengan Kekejaman ISIS