Badai matahari serang Bumi hari ini

DUNIA | 8 Maret 2012 11:14 Reporter : Ardyan Mohamad

Merdeka.com - Badan Aeronatika dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Ibu Kota Washington D.C mengingatkan warga dunia bahaya badai matahari yang sedang menerpa Bumi hingga Jumat mendatang. Badai terbesar dalam kurun lima tahun terakhir ini berpotensi mengacaukan sistem satelit, navigasi, dan perjalanan pesawat terbang.

BBC melaporkan, Kamis (8/3), badai akan terlihat oleh mata telanjang di wilayah kutub, berwujud aurora yang indah. Namun, pakar dari Lembaga Atmosfer dan Kelautan Amerika (Noaa) Joseph Kunches mengimbau aktivitas transportasi menghindari wilayah Kutub. "Sebaiknya semua maskapai menghindari dulu terbang melalui wilayah itu, hingga jumat besok," kata Kunches.

Badai matahari terjadi akibat ledakan elektromagnetik yang diikuti dengan radiasi dalam bentuk proton di permukaan bintang itu. Ledakan juga memacu lontaran massa korona, yakni plasma dari Matahari yang terlontar ke angkasa. Badai yang melanda bumi kali ini terjadi sejak awal pekan.

Radiasi partikel berenergi tinggi dan lontaran massa korona berkaitan dengan badai Matahari. Partikel berenergi tinggi akan mencapai Bumi dalam jangka waktu 1-2 hari, sementara radiasi elektromagnetik akan mencapai Bumi dalam waktu 8 menit.

Partikel dari badai matahari itu menghantam bumi dengan kecepatan lebih dari 6 juta kilometer per jam. Sebuah badai matahari selalu menciptakan energi magnet yang besar di tata surya.

Amerika pernah mengalami gangguan telekomunikasi akibat badai matahari. Pada 1972, sambungan telepon antar wilayah di Negara Bagian Illinois putus sepenuhnya karena medan magnet hasil badai matahari.    (mdk/fas)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.