Bagaimana Kita Tahu Perang di Ukraina Sudah Dimulai?

Bagaimana Kita Tahu Perang di Ukraina Sudah Dimulai?
Patroli Tank Swedia di tengah ketegangan NATO dan Rusia dengan Ukraina. ©2022 TT News Agency/Karl Melander via REUTERS
DUNIA | 26 Januari 2022 18:08 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Setiap orang berusaha menebak tujuan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Ukraina. Amerika Serikat (AS) menarik staf kedutaan besarnya saat kekhawatiran perang meningkat. Tapi mungkin perang telah dimulai, tulis pakar keamanan dan pertahanan Jonathan Marcus.

Risiko perang habis-habisan antara Rusia dan Ukraina mendominasi berita utama. Muncul sejumlah pertanyaan. Akankan Rusia menyerang? Apakah Presiden Putin bertekad untuk perang apa pun yang terjadi? Atau bisakah diplomasi menjamin perdamaian?

Tapi kita tidak bisa melihat apa yang ada di dalam pikiran Presiden Putin.

Jadi berikut pertanyaan lain - bagaimana kita tahu kapan permusuhan dimulai?

Tank diturunkan, roket ditembakkan

Jawabannya tampak jelas.

Formasi tank Rusia yang melintasi perbatasan Ukraina, atau serangan roket besar-besaran atau serangan udara terhadap posisi Ukraina, akan menandai eskalasi dramatis dalam krisis dan pergeseran ke fase baru konflik.

Peringatan pertama akan datang dari militer Ukraina sendiri, tetapi satelit Barat dan pesawat pengumpul intelijen mungkin melihat persiapan untuk serangan yang akan segera terjadi.

Mungkin akan ada tanda-tanda yang jelas dari serangan yang akan datang, kata Michael Kofman, seorang ahli militer Rusia di Pusat Analisis Angkatan Laut yang berbasis di AS, dikutip dari BBC, Rabu (26/1).

Di antara tanda-tanda itu di antaranya lebih banyak alat berat yang dikerahkan daripada pasukan.

Pertanyaan itu juga dapat dijawab dengan melihat mundur beberapa tahun ke belakang kampanye Rusia melawan Ukraina secara keseluruhan.

Bagaimana kita tahu jika konflik telah dimulai? Maka jawabannya mungkin sudah, karena permusuhan sebenarnya telah berlangsung selama beberapa tahun.

Rusia telah mencaplok Krimea - wilayah Ukraina - dan memberikan bantuan praktis kepada pemberontak anti Kyiv di kawasan Donbas. Intervensi unit lapis baja dan mekanik Rusia melawan pasukan Ukraina pada tahun 2014 berhasil mencegah kekalahan pemberontak pro-Rusia. Pertempuran sporadis terus berlanjut sejak saat itu. Semua pihak seharusnya mendukung upaya perdamaian internasional di sana, tetapi hanya sedikit kemajuan yang dicapai.

2 dari 3 halaman

Ancaman kekuatan militer

Ada juga ancaman untuk menggunakan kekuatan militer yang luar biasa.

Pembentukan formasi tempur Rusia di sekitar perbatasan Ukraina sangat luar biasa. Ini termasuk pengerahan pasukan dalam jumlah besar ke Belarus - yang juga berbatasan dengan Ukraina - yang mungkin memberikan titik awal yang lebih dekat untuk serangan terhadap ibukota Ukraina, Kyiv.

Namun pihak Rusia berdalih pengerahan pasukan ke Belarus tersebut untuk latihan dan tidak ada tujuan untuk mengancam. Sejumlah video ponsel yang disebar di dunia maya menunjukkan kereta yang membawa peralatan militer menuju Ukraina atau Belarus.

Terlepas dari apapun yang Moskow sampaikan, Ukraina dan sekutu Baratnya pula alasan untuk khawatir.

3 dari 3 halaman

Subversi

Ada juga kemungkinan lain terkait alat yang digunakan Rusia di Ukraina. Misalnya, serangan siber dan subversi.

Ukraina tentu saja telah menjadi subjek yang pertama. Lebih dari sepekan lalu, sejumlah situs web pemerintah diserang meskipun tidak jelas dari mana serangan itu berasal.

Baru-baru ini Pemerintah Inggris mengklaim bukti bahwa Moskow telah memilih individu untuk membentuk pemerintahan baru di Kyiv atau pemimpin boneka Rusia - kendati tidak ada bukti publik meyakinkan yang mengkonfirmasi keterlibatan Moskow dalam agenda tersebut.

Michael Kofman mengatakan, elemen siber dapat menjadi bagian penting dari setiap serangan Rusia, karena mereka dapat melumpuhkan infrastruktur penting dan mengganggu kemampuan Ukraina untuk mengoordinasikan upaya militer.

(mdk/pan)

Baca juga:
AS Kirim Rudal Anti-Tank Javelin ke Ukraina untuk Bersiap Perang dengan Rusia
AS Siagakan 8.500 Pasukan, Siap Dikerahkan ke Ukraina
Inggris Tuding Rusia Ingin Tempatkan Pemimpin Boneka di Ukraina
Memahami Eskalasi di Perbatasan Ukraina, Rusia Kerahkan Pasukan Besar-Besaran
Khawatir Terjadi Perang dengan Rusia, AS Minta Diplomat & Keluarga Tinggalkan Ukraina
VIDEO: Suasana Tegang Tank Militer Rusia Dikirim Dekati Ukraina, Bersiap Perang?

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami