Bahrain Minta Warga Negaranya Segera Tinggalkan Lebanon Buntut Kritik Perang Yaman

Bahrain Minta Warga Negaranya Segera Tinggalkan Lebanon Buntut Kritik Perang Yaman
Anak busung lapar di Yaman. ©Reuters
DUNIA | 3 November 2021 15:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Kementerian Luar Negeri Bahrain pada Selasa meminta warga negaranya di Lebanon meninggalkan negara tersebut segera, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah.

Seruan ini dilakukan setelah pada akhir Oktober Kerajaan Bahrain memerintahkan dubes Lebanon meninggalkan negara tersebut dalam waktu dua hari setelah seorang menteri Lebanon mengkritik perang Yaman. Demikian dilansir Al Arabiya, Rabu (3/11).

Pengusiran dilakukan setelah langkah yang sama dilakukan Arab Saudi, termasuk melarang seluruh kegiatan impor dari Lebanon. Pada Jumat pekan lalu, pengusiran duta besar juga dilakukan Kuwait.

Ketegangan dimulai setelah muncul tayangan pekan lalu di mana seorang menteri mengkritik koalisi yang dipimpin Saudi dalam perang Yaman.

Menteri Informasi Lebanon, George Kordahi melontarkan kritik terkait perang yang dipimpin Saudi terhadap pemberontak Huthi di Yaman. Dia mengatakan wawancara televisi itu direkam lebih dari sebulan sebelum dia ditunjuk menjadi menteri.

Kordahi mengatakan Huthi yang didukung Iran “membela diri mereka, untuk melawan agresi eksternal”.

Mantan pembawa acara TV itu juga mengatakan perang yang berlangsung lama itu “sia-sia” dan menyerukan segera diakhiri, yang menyinggung pasukan koalisi pimpinan Saudi. Kordahi mengatakan komentarnya merupakan pendapat pribadi dan dilontarkan sebelum bergabung dengan pemerintah, tapi dia menampik diperas oleh pihak manapun.

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam, Perdana Menteri Lebanon Najib Makati menyesali langkah Saudi tersebut.

“Kami juga meminta para saudara pemimpin Arab untuk bekerja dan membantu mengatasi krisis ini dalam rangka menjaga persatuan Arab,” jelasnya.

Awal pekan ini, Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain memanggil dubes mereka untuk Lebanon sebagai respons atas pernyataan tersebut, sementara enam negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan Oman serta Qatar mengecam pernyataan Kordahi.

Ada juga seruan dari pro pemimpin Saudi agar Kordahi dicopot dari pemerintahan. (mdk/pan)

Baca juga:
Arab Saudi dan Bahrain Usir Dubes Lebanon karena Kritik Perang Yaman
Pemimpin Hizbullah Tuding Partai Kristen Pasukan Lebanon Punya Agenda Perang Sipil
Sunyi Reruntuhan Romawi Kuno Lebanon Akibat Krisis
Kondisi Stadion Terbengkalai di Lebanon Akibat Krisis Ekonomi
Baku Tembak Sengit di Jalanan Beirut, 6 Orang Tewas
Kepanikan Warga Saat Baku Tembak di Jalanan Beirut

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami