Bakar Bendera China, Dua Bocah Demonstran Hong Kong Ditangkap

DUNIA | 23 September 2019 12:16 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi Hong Kong menahan dua anak berusia 13 tahun di tengah aksi demonstrasi pada Sabtu 21 September kemarin. Keduanya ditangkap saat bentrokan terjadi di Yuen Long, dekat perbatasan China.

Sekelompok pendemo menggunakan penutup wajah dan membakar bendera China. Kejadian itu terjadi dalam sebuah pawai di distrik Tuen Mun.

Pasca pembakaran bendera itu, polisi kemudian mengonfirmasi penangkapan seorang bocah perempuan berusia 13 tahun karena dituduh telah menodai bendera nasional di Tuen Mun. Dia ditahan semalaman dan dibebaskan kembali pada Minggu (22/9) sore, dengan jaminan.

Satu bocah lainnya ditangkap di wilayah Tseung Kwan O di Hong Kong Timur. Ia ditangkap karena membawa perlengkapan yang berpotensi melanggar hukum. Anak laki-laki yang juga masih berumur 13 tahun itu ditangkap bersama cat semprot dan laser yang dibawanya. Kedua alat ini banyak digunakan pendemo sebagai "senjata" dalam sejumlah aksi.

Dalam sebuah video yang diunggah polisi Edith Leung di akun Facebooknya, terlihat bocak laki-laki itu dibawa oleh kepolisian. Penangkapan bocah itu diiringi suara pendemo yang meneriaki, "Polisi korup!"

1 dari 2 halaman

Anak di Bawah Umur Tidak Seharusnya Dipenjarakan

Berdasarkan aturan Hong Kong tertulis, orang yang dengan sengaja membakar, merobek, mencoret, mencemari, atau menginjak-injak bendera China di depan umum akan didenda hingga USD6.400 dan hukuman penjara maksimal tiga tahun.

Meski demikian, dalam aturan hukum Hong Kong, usia di bawah 14 tahun didefinisikan sebagai anak-anak. Mereka yang berusia di bawah 14 tahun dapat dinyatakan bersalah, tapi tidak dapat dihukum penjara.

Ryan Ho (20), seorang mahasiswa yang menjadi peserta aksi protes pada hari Minggu kemarin mengatakan, polisi cenderung "mencomot" sejumlah orang muda yang terlihat tidak proporsional, khususnya siswa sekolah menengah.

"(Penangkapan) itu terjadi begitu saja karena mereka lebih rentan dan kurang kuat," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Pendemo Hong Kong Kerap Bakar Bendera China

Dikutip dari laman The New York Times, pengunjuk rasa anti pemerintah menghancurkan simbol-simbol otoritas negara China dalam beberapa bulan terakhir. Di sebuah mal di Utara Hong Kong mereka menginjak dan mencoret bendera China. Mereka juga mencaci bisnis yang dianggap loyal pada pemerintah China.

Polisi mengatakan, pengunjuk rasa di Yuen Long Sabtu lalu menggunakan benda keras untuk menyerang seorang petugas yang bertugas. Senjata jenis revolver milik polisi itu juga dicuri. Dalam siaran televisi terlihat sejumlah pendemo menyerang setidaknya dua pria tak bersenjata.

Jelang perayaan hari kemerdekaan China pada 1 Oktober mendatang, Beijing tidak ingin ada gangguan keamanan, termasuk dari para pendemo Hong Kong. Sebaliknya, pendemo justru merencanakan hal itu. Di hari itu, mereka berencana mengadakan aksi protes untuk menekan pemerintah memenuhi seluruh tuntutan utama mereka, di antaranya reformasi politik dan penyelidikan untuk kepolisian.

Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam berjanji, pemerintahannya akan melakukan yang terbaik untuk menghentikan kekerasan yang terus menyelimuti Hong Kong dalam beberapa bulan belakangan.

"Selama semua orang bersatu dan berusaha untuk menjadi lebih kuat, saya percaya bahwa dengan dukungan kuat dari pemerintah pusat, Hong Kong pasti akan menyambut hari esok yang lebih baik," katanya ketika menghadiri upacara jelang hari kemerdekaan.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita (mdk/pan)

Baca juga:
Demonstran Tentang Larangan Pawai, Hong Kong Kembali Ricuh
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Cari Dukungan AS
Demonstran Pro-China dan Anti-Pemerintah Hong Kong Bentrok
Harga Properti di Hong Kong Terjun Bebas Akibat Demo Berkepanjangan
Mantan Menteri Pertahanan Serukan AS Dukung Demonstran Hong Kong
Pemimpin Hong Kong Sesalkan Campur Tangan AS dalam Krisis Politik