Baku Tembak Sengit di Jalanan Beirut, 6 Orang Tewas

Baku Tembak Sengit di Jalanan Beirut, 6 Orang Tewas
DUNIA | 15 Oktober 2021 19:36 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Baku tembak sengit kemarin di Ibu Kota Beirut, Libanon, saat demo menentang keputusan hakim soal penyelidikan ledakan dahsyat tahun lalu menewaskan enam orang. Puluhan orang juga terluka dalam insiden kontak tembak terburuk di jalan kota itu dalam beberapa tahun belakangan.

Massa demonstran pendukung Hizbullah turun ke jalan menuntut hakim yang menyelidiki kasus ledakan di Beirut tahun lalu untuk dicopot lantaran menurut mereka hakim itu menyudutkan sejumlah politisi yang bersekutu dengan Hizbullah yang diduga terlibat kasus ledakan.

Sejumlah pejabat dari partai Syiah, termasuk pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengecam Hakim Tarik Bitar selama beberapa hari terakhir dengan menyebut dia mempolitisasi penyelidikan lantaran memanggil sejumlah pejabat partai Syiah dan bukan pejabat lain.

Kelompok Gerakan Amal yang didukung Hizbullah turun ke jalan dan mereka menuding Pasukan Libanon (LF), partai Kristen yang dekat dengan Arab Saudi menyerang mereka kemarin dalam demo itu.

Pemimpin LF Samir Geagea mengutuk baku tembak tu dan mengatakan itu adalah akibat dari longgarnya aturan kepemilikan senjata di tengah masyarakat.

Dilansir dari laman Reuters, Jumat (15/10), insiden kemarin mengingatkan orang pada situasi perang saudara dulu. Stasiun televisi memperlihatkan tayangan baku tembak dan peluru bertebaran di jalanan serta orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Salah satu korban tewas adalah seorang perempuan yang terkena timah panas ketika sedang di dalam rumahnya, kata seorang sumber militer.

Di sebuah sekolah, guru-guru meminta murid-murid mereka untuk menunduk dan merebahkan badan di lantai dan menutupi kepala sebagai perlindungan. Sesosok jasad diseret oleh pejalan kaki dan gambar itu ditampilkan di al-Jadid TV.

Militer dalam pernyataannya mengatakan suara tembakan menyasar para demonstran ketika mereka melewati persimpangan Teyouneh, kawasan yang memisahkan warga Kristen dan muslim Syiah di lingkungan itu.

Penembakan dimulai dari kawasan Kristen Ain el-Remmaneh kemudian berkembang menjadi baku tembak, kaya sumber militer.

Menteri Dalam Negeri Bassam Mawlawi mengatakan penembak jitu melepaskan tembakan menyasar kepala orang. Semua korban tewas berasal dari satu pihak, artinya kubu Syiah.

Hizbullah dan sekutunya, Gerakan Amal, mengatakan sekelompok orang menembaki demonstran dari atas gedung, menyasar kepala mereka.

Palang Merah Libanon mengatakan sedikitnya 30 orang terluka. Satu korban tewas adalah seorang ibu lima anak, tertembak di kepala.

Reporter Aljazeera Zeina Khodr melaporkan dari Beirut, mengatakan jalanan kota seperti zona perang.

"Ini adalah baku tembak paling sengit di jalanan Beirut selama bertahun-tahun. Kawasan ini jadi semacam zona perang, militer sudah keluar masuk tapi masih belum mampu mengendalikan situasi, mereka tidak bisa menghentikan baku tembak," kata Khodr.

Presiden Libanon Michel Aoun berjanji menangkap semua yang terlibat atas kekerasan kemarin.

"Insiden kemarin membuat kita teringat lagi masa lalu yang tidak ingin kita ingat dan ulangi lagi," kata dia dalam pidato di televisi, merujuk perang saudara 15 tahun dari 1975 hingga 1990 di Libanon. (mdk/pan)

Baca juga:
Krisis Anggaran Militer, Lebanon Bikin Tur Helikopter bagi Turis
Kepanikan Warga Saat Baku Tembak di Jalanan Beirut
Mencekamnya Baku Tembak di Jalanan Beirut
Bentrokan Warnai Peringatan Setahun Ledakan di Beirut
Kerusuhan Pecah Setelah PM Lebanon Mundur
Subsidi BBM Dipotong, Kendaraan Mengular di SPBU Lebanon
Militer Israel Lepaskan Tembakan ke Libanon Setelah Diserang Roket
Pemakaman Pria Lebanon yang Ditembak Israel Saat Dukung Palestina
Tentara Lebanon Kerahkan Helikopter Perangi Wabah Belalang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami