Batu bata bekas rumah Bin Ladin dijual mahal

Batu bata bekas rumah Bin Ladin dijual mahal
Rumah persembunyian mendiang Usamah bin Ladin di Kota Abbotabad, Pakistan, kini sedang dihancurkan. (www.english.alarabiya.net)
DUNIA | 1 Mei 2012 06:00 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Batu bata bekas rumah Usamah Bin Ladin kini dijual mahal. Per buahnya dilepas dengan harga USD 10 atau setara Rp 91 ribu.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (1/5), Syakil Ahmad adalah orang yang bertanggung jawab menjual batu bata rumah mendiang Usamah Bin Ladin. Dia merupakan pemborong yang mendapat pekerjaan membongkar rumah mantan pemimpin Al Qaidah itu di Abbotabad, dekat Ibu Kota Islamabad, Pakistan dari pemerintah pusat. Dia juga menjual berbagai perlengkapan rumah itu kepada turis.

Syakil Ahmad mengatakan sejak kematian Bin Ladin di tangan pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat pada operasi rahasia Mei tahun lalu, reruntuhan rumah itu menjadi tempat tujuan banyak turis.

Selama membongkar rumah itu, Syakil berhasil mengumpulkan sekitar 200 ribu buah batu bata yang masih dapat digunakan.

Syakil akan menjual batu bata itu secara borongan seharga USD 5 ribu setara Rp 45 juta jika tidak laku dijual satuan. Dia juga masih menyimpan beberapa benda yang ada di dalam rumah itu.

"Kini keluarga saya cemas kalau hidup saya ada dalam bahaya," kata Syakil. Sekarang dia menyewa pengawal pribadi buat memberi rasa aman.

Pada 2 Mei 2011, Usamah Bin Ladin tewas dalam penggrebekan yang dilakukan pasukan khusus Angkatan Laut Amerika, SEAL, di sebuah rumah di Abbotabad. Presiden Barrack Hussein Obama Jr. bersama para pejabat terkait juga turut menyaksikan operasi rahasia itu lewat tayangan televisi dengan saluran khusus.

Pemerintah Pakistan segera membongkar rumah itu dan memusnahkan semua barang dalam rumah itu pada Februari lalu.

(mdk/fas)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami