'Beirut Bisa Terhapus Dari Peta Jika Ammonium Nitrat Itu Jumlahnya Masih Utuh'

'Beirut Bisa Terhapus Dari Peta Jika Ammonium Nitrat Itu Jumlahnya Masih Utuh'
Ledakan di Beirut. ©STR/AFP
DUNIA | 9 Agustus 2020 07:26 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pakar militer Rusia Viktor Murakhovsky mengatakan jumlah bahan peledak ammonium nitrat yang menyebabkan ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa lalu pasti sudah berkurang dari jumlahnya awalnya karena jika tidak maka ibu kota Lebanon itu bisa terhapus dari peta.

Data terbaru menyebutkan ledakan di pelabuhan Beirut itu sudah menewaskan 158 orang dan melukai 6.000 lainnya. Saking kerasnya ledakan, bangunan-bangunan di sekitar pelabuhan terkena dampaknya hingga kaca-kaca pecah, tembok, dinding hancur dan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Laman Al Arabiya melaporkan, Minggu (9/8), Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan ledakan itu disebabkan 2.750 ton ammonium nitrat yang tersimpan di sebuah gudang di pelabuhan yang dipakai untuk bahan pupuk dan peledak. Amonium nitrat itu sudah tersimpan di gudang sejak 2013 tanpa dilengkapi fasilitas pengamanan.

Menurut Murakovsky, jika jumlah ammonium nitrat itu masih utuh maka Beirut bisa lenyap dari peta.

Sang ahli militer mengatakan dalam wawancara dengan harian Rusia Komsomolskaya Pravda, tampaknya jumlah ammonium nitrat di gudang itu sebagian sudah dicuri selama bertahun-tahun.

2 dari 2 halaman

Mantan Menteri Pembangunan Lebanon May Chidiac Jumat lalu mengatakan ammonium nitrat itu tidak dipakai oleh pihak militer tapi "organisasi teroris".

Dia menuturkan melalui akun Twitternya,"2.700 ton ammonium nitrat yang disita enam tahun lalu itu dipakai untuk target militer," mengesankan ledakan besar itu sebagai "pengalihan isu dari jumlah stok ammonium nitrat yang hilang."

Chidiac juga mengutip pernyataan Murakovsky: "Ahli militer Rusia Viktor Murakovsky mengatakan tampaknya sebagian besar dari ammonium nitrat itu dicuri selama bertahun-tahun sejak enam tahun lalu, karena jika itu semua meledak maka Beirut bisa terhapus dari peta. berdasarkan ledakannya, tampaknya jumlah ammonium nitrat yang meledak tidak lebih dari 300 ton."

Seorang wartawan di Beirut membagikan foto apa yang dia sebut sebagai karung-karung ammonium nitrat di pelabuhan beberapa hari sebelum terjadi ledakan.

"Beginilah bagaimana karung kematian ini ditumpuk. Sulit dipercaya cara menyimpannya tidak memenuhi standar minimum keamanan di mana pun di dunia ini."

Ledakan di Beirut Selasa lalu itu menurut banyak kalangan menggambarkan betapa korup dan tidak becusnya pemerintahan Lebanon.

Kemarin ribuan demonstran berkumpul di jalanan Beirut menyuarakan protes dan kemarahan mereka karena para elit politik negeri yang sudah membuat ibu kota itu mengalami bencana.

Baca juga:
Petugas Pelabuhan Beirut Ditemukan Selamat di Laut 30 Jam Setelah Ledakan
Polisi Bentrok Dengan Demonstran Anti Pemerintah yang Marah Karena Ledakan Beirut
Kapten Ungkap Kapal Bermuatan Amonium Nitrat Seharusnya Tak Berhenti di Lebanon
Pejabat Lebanon yang Mati Secara Mencurigakan Pernah Minta Pemusnahan Amonium Nitrat
Otoritas Lebanon Tangkap 16 Orang Terkait Ledakan Beirut
Donald Trump Kembali Sebut Ledakan Beirut Bisa Jadi Bukan Kecelakaan
Begini Kondisi Pelabuhan Beirut Sebelum dan Setelah Ledakan Dahsyat
Gubernur Beirut Sebut Kerusakan Akibat Ledakan Lebih dari USD5 Miliar

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami