Bekas Presiden Tunisia yang Dilengserkan Meninggal di Saudi

DUNIA | 20 September 2019 19:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bekas Presiden Tunisia Zine el-Abidine Ben Ali meninggal pada usia 83 tahun di pengasingan di Arab Saudi. Kabar itu disampaikan keluarganya.

"Pemakamannya akan dilakukan pada hari Jumat di Arab Saudi," kata pengacaranya seperti dikutip dari BBC, Jumat (20/9).

Ben Ali meninggal hanya beberapa hari setelah Tunisia mengadakan pemilihan presiden kedua sejak ia digulingkan.

Pemilu dini Tunisia diajukan setelah kematian presiden pertama yang terpilih secara demokratis di negara itu, Beji Caid Essebsi, pada bulan Juli. Pemimpin yang mulai menjabat pada tahun 2014.

Hampir 100 orang termasuk perdana menteri telah mencalonkan diri menjadi presiden Tunisia berikutnya. Mereka bahkan bergegas menyerahkan kelengkapan berkas sebelum batas waktu pendaftaran yang berakhir Jumat 9 Agustus 2019 waktu setempat.

"Sebanyak 98 calon presiden menyerahkan dokumen mereka sebelum batas waktu resmi pukul 18.00 sore (17.00 GMT)," kata komisi pemilihan negara itu kepada AFP dikutip dari AlAraby.co.uk, Sabtu (10/9). Gay hingga penari perut juga ikut serta.

Ben Ali memimpin negara itu selama 23 tahun dan dianggap telah sukses memberikan kestabilan dan kemakmuran ekonomi. Tetapi ia menerima kritik luas karena menekan kebebasan politik dan korupsi yang meluas.

Pada 2011, ia dipaksa keluar dari kantor menyusul protes jalanan massal. Hal ini memicu gelombang pemberontakan serupa di seluruh Arab.

Juni 2011, pengadilan di Tunisia menghukum Ben Ali in absentia dengan hukuman 35 tahun penjara karena penggelapan uang publik.

Ben Ali dijatuhi hukuman seumur hidup tahun 2012, juga in absentia, atas pembunuhan demonstran dalam revolusi 2011. Pengadilan terpisah juga menghukumnya selama 20 tahun karena menghasut kekerasan dan pembunuhan.

Jatuhnya Ben Ali sebagai presiden disaksikan setidaknya setengah lusin negara di kawasan itu atau konflik pecah setelah kejatuhan mantan pemimpin Tunisia itu, yang kemudian dikenal sebagai Arab Spring.

Ben Ali kemudian melarikan diri ke Saudi setelah dia lengser dari jabatannya, lalu memutuskan untuk tinggal di sana hingga pada Kamis lalu dinyatakan meninggal.

Reporter: Tanti Yulianingsih

Sumber: Liputan6.com

Reporter magang: Ellen RiVeren

Baca juga:
Muncul Seruan Boikot Haji Terkait Isu Pelanggaran HAM Arab Saudi
Presiden Tunisia Meninggal Dunia di Usia 92 Tahun
Tunisia Larang Cadar di Kantor-kantor Pemerintah
Kendala Teknis, Jet Tempur Libya Mendarat di Jalan Raya
Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Berbagi Suara Imbang di Tunisia
Pilpres 2019 di Tunisia, Jokowi-Prabowo Imbang

(mdk/pan)

TOPIK TERKAIT