Belajar dari Kerusuhan AS: Pentingnya Menjunjung Tinggi Kebebasan Berekspresi

Belajar dari Kerusuhan AS: Pentingnya Menjunjung Tinggi Kebebasan Berekspresi
DUNIA | 6 Juni 2020 21:00 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Unjuk rasa memprotes kematian George Floyd di Amerika Serikat (AS) berujung kerusuhan. Terjadi kontak fisik antara aparat dengan demonstran.

Research Fellow Loyola University Chicago sekaligus pengajar STIA LAN Jakarta, Ratri Istania mengatakan ada pelajaran yang bisa diambil di balik demonstrasi besar-besaran di AS. Yakni, pemerintah harus menghargai kebebasan berpendapat dan menjunjung tinggi demokrasi.

"Tidak mungkin komponen masyarakat ditinggalkan apalagi pemerintah sebagai pengambil kebijakan," ujar Ratri dalam diskusi Trump dan Perkara Rasial yang Timbul-Tenggelam, Sabtu (6/6).

Ratri menyebut semua masyarakat di dunia harus memperjuangkan penyetaraan ras. Jangan sampai terjadi tindakan rasisme aparat terhadap kelompok minoritas.

Jika rasisme terjadi, maka tidak tertutup kemungkinan akan terjadi gelombang protes yang sangat besar sehingga merugikan perekonomian dan tatanan sosial.

"Kita tentu tidak menginginkan protes besar, kerusuhan besar yang diakibatkan oleh ketidakadilan ras yang terus berlangsung," ucapnya.

Warga Negara Indonesia di Washington DC yang juga Jurnalis sependapat dengan Ratni. Dia menyebut, negara memang harus membuka lebar ruang kebebasan berekspresi.

"Saya lihat dari kejadian satu minggu ini, pentingnya dijunjung tinggi kebebasan berekspresi dan hak sipil," katanya. (mdk/ded)

Baca juga:
Kasus George Floyd Bukti Kemunduran Champion Human Right di Negeri Paman Sam
Aksi Justin Trudeau Ikut Berlutut Menentang Kematian George Floyd
Kasus Covid-19 di AS Diprediksi Meningkat Usai Unjuk Rasa Kematian George Floyd
74 Persen Warga AS Nilai Kematian George Floyd Berakar Masalah Ketidakadilan Rasial
Profil 4 Polisi Terlibat Pembunuhan George Floyd, Salah Satunya Baru Bertugas 4 Hari
Menhan AS Tolak Kerahkan Tentara untuk Hadapi Demonstran Kematian George Floyd

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5