Belajar Penanganan Covid-19 dari Taiwan, Berhasil Lewati 200 Hari Tanpa Penularan

Belajar Penanganan Covid-19 dari Taiwan, Berhasil Lewati 200 Hari Tanpa Penularan
DUNIA | 31 Oktober 2020 07:33 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Saat sebagian besar negara di dunia masih berjuang menghentikan gelombang baru pandemi Covid-19, Taiwan baru saja menandai 200 hari berturut-turut tanpa penularan penyakit tersebut.

Respons Taiwan terhadap pandemi virus corona salah satu yang paling efektif di dunia. Pulau dengan penduduk 23 juta jiwa itu terakhir kali melaporkan kasus penularan virus corona pada 12 April, bertepatan dengan perayaan Paskah.

Sampai Kamis (29/10), Taiwan telah mengonfirmasi 553 kasus - hanya 55 yang merupakan penularan lokal. Angka kematian yang dilaporkan sampai saat ini sebanyak tujuh kasus.

Saat ini angka infeksi virus corona telah melewati 45 juta kasus dan lebih dari 1,1 juta kasus kematian di seluruh dunia, menurut data Universitas John Hopkisn.

Dikutip dari CNN, Jumat (30/10), prestasi Taiwan ini tercatat saat Prancis dan Jerman memberlakukan lockdown baru dan AS mengidentifikasi rekor 88.000 kasus dalam sehari. Negara bagian Florida, yang populasinya mendekati Taiwan, sekitar 21 juta jiwa, mencatat 4.188 kasus pada Rabu.

Taiwan tak pernah memberlakukan lockdown ketat. Pemerintah juga tidak memberlakukan berbagai pembatasan yang sangat ketat terkait kebebasan warga, seperti di China daratan.

Sebaliknya, penanganan Taiwan fokus pada kecepatan. Pihak berwenang Taiwan mulai menyaring penumpang pada penerbangan langsung dari Wuhan, tempat virus pertama kali diidentifikasi, pada 31 Desember 2019 - ketika virus sebagian besar menjadi subjek rumor dan pelaporan terbatas.

Baca Selanjutnya: Tutup Pintu Masuk...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami