Berhentilah Merokok, Peluang Anda Mengalahkan Covid-19 Semakin Besar

Berhentilah Merokok, Peluang Anda Mengalahkan Covid-19 Semakin Besar
DUNIA | 4 April 2020 07:03 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Jika Anda berpikir untuk berhenti merokok, tidak ada waktu yang paling tepat seperti saat pandemi virus corona tengah berlangsung saat ini. Berhenti merokok akan membuat daya tahan tubuh Anda lebih kuat dalam menghadapi virus corona.

Memang akan membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi paru-paru perokok untuk pulih dari kerusakan yang disebabkan oleh merokok jangka panjang. Meski begitu, kesehatan Anda dapat meningkat secara nyata pada hari-hari dan minggu-minggu setelah berhenti.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengungkapkan, dengan berhenti merokok, kesehatan paru-paru Anda dapat meningkat dalam jangka pendek dan hal ini sangat penting untuk mencegah dampak akibat Covid-19.

Dikutip dari CNN.com, Jumat (3/4), ada beberapa manfaat dan kenapa saat pandemi corona adalah waktu yang tepat untuk berhenti merokok.

1 dari 3 halaman

Memperkuat Paru-paru Anda

"Setiap dokter paru-paru di Amerika akan berkhotbah bahwa setiap orang harus berhenti merokok," kata Brian Christman, juru bicara American Lung Association dan seorang profesor kedokteran di Vanderbilt University.

Meskipun pesan ini bukan hal baru, tapi pesan ini lebih relevan dari sebelumnya. Wabah Covid-19 menciptakan rasa urgensi tambahan, dan ada banyak alasan untuk percaya bahwa berhenti merokok selama pandemi dapat meningkatkan peluang Anda melawan virus.

Berhenti merokok akan membuat silia, bagian di paru-paru Anda yang akan sembuh. Bagian seperti rambut ini berfungsi menjadi penyaring bolak-balik seperti sikat saat udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru Anda.

Silia membantu tubuh Anda melawan pilek dan infeksi, serta membersihkan lendir. Jadi jika silia tidak berfungsi sebagaimana mestinya, lendir dapat menumpuk di paru-paru.

Kecenderungan tubuh untuk batuk selama infeksi membantu mengaktifkan proses tubuh membersihkan lendir, yang disebut eskalator mukosiliar. Itu penting dalam memerangi kondisi Covid-19.

Orang tua memiliki risiko lebih besar untuk mengalami cairan paru-paru yang berlebihan yang sering membatasi pernapasan setelah infeksi coronavirus. "Penyebabnya, orang tua tidak memiliki batuk yang cukup kuat untuk membersihkannya," kata Christman.

2 dari 3 halaman

Berhenti Merokok Mengurangi Peradangan

Keuntungan jangka pendek kedua dari berhenti merokok adalah mengurangi peradangan berkelanjutan di tubuh Anda, yang dapat membuat Anda cenderung mudah terinfeksi Covid-19.

"Jika Anda berhenti merokok, peradangan kronis hilang setelah beberapa minggu," kata Christman.

Christman mencatat bahwa perokok cenderung perlu beberapa bulan untuk berhenti memproduksi lendir tingkat yang lebih tinggi, yang dibuat paru-paru mereka untuk membersihkan tar dan partikel lain yang terkandung dalam rokok.

"Dalam hal perubahan struktural, perlu sedikit waktu untuk membersihkan seluruh ruang," katanya.

Pasien Covid-19 sering mengalami cedera paru akut, yang dapat menyebabkan kebocoran pada selaput lendir, yang mengarah ke apa yang disebut sindrom gangguan pernapasan akut, kata Christman. Kondisi ini dapat menyebabkan paru-paru pasien tenggelam dalam lendir mereka sendiri.

"Untuk perokok, pada awal Anda akan mengalami bronkitis kronis. Dengan Covid, ini semakin buruk," " kata Christman

Kegagalan pernapasan merupakan penyebab umum kematian bagi mereka yang didiagnosis dengan Covid-19 dan jatuh sakit atau meninggal karena itu.

Menurut Laporan Morbiditas dan Mortalitas Mingguan CDC hingga 28 Maret, 78% dari pasien Covid-19 di Amerika, kasus yang membutuhkan masuk unit perawatan intensif berasal dari pasien yang melaporkan penyakit bawaan dan faktor risiko.

Status merokok saat ini atau sebelumnya adalah salah satu faktor risiko yang masuk dalam daftar pendek, bersama dengan sifat-sifat lain yang diketahui menempatkan orang pada risiko penyakit pernapasan, termasuk kehamilan.

Kondisi mendasar yang paling sering dilaporkan termasuk diabetes, penyakit paru-paru kronis, penyakit kardiovaskular, dan kondisi kekebalan tubuh yang terganggu.

3 dari 3 halaman

Berhenti merokok Membantu Sirkulasi Darah

membantu sirkulasi darah

Selain masalah yang berhubungan dengan paru-paru, berhenti merokok juga dapat memberikan manfaat sehat bagi jantung yang dapat membantu mencegah kemungkinan serangan jantung. Serangan jantung adalah penyebab kematian lainnya pada Covid-19.

Setelah Anda berhenti merokok, kandungan darah Anda menjadi lebih tipis dan kurang rentan terhadap pembekuan, kata CDC. Serangan jantung lebih kecil kemungkinannya.

Salah satu alasan ini terjadi adalah karena perokok menghirup karbon monoksida, dan dengan demikian mengurangi kapasitas mereka untuk membawa oksigen dan membuat jantung lebih sulit untuk mendistribusikan darah ke seluruh tubuh.

"Ada beberapa pasien dengan Covid yang meninggal karena gagal jantung," kata Christman. Dia mencatat bahwa dalam beberapa kasus, dokter melihat pasien dengan peningkatan kadar troponin - tanda serangan jantung yang dapat dipicu oleh infeksi parah.

Anda mungkin sudah berlatih menjaga jarak sosial, sering-seringlah mencuci tangan dan menghindari menyentuh wajah Anda. Selain semua ini, membatasi atau berhenti merokok adalah aspek penting lain dari mencegah tertular Covid-19.

"Sekarang adalah waktunya untuk mengurus dirimu sendiri," kata Christman. (mdk/bal)

Baca juga:
Turis Sepi Karena Covid-19, 60 Persen Karyawan Hotel di DIY Dirumahkan
5 Wilayah di Yogyakarta Siapkan Pemakaman Khusus untuk Jenazah Pasien Corona
VIDEO: Tawa Tangis Pahlawan Medis
Anggota Komisi VI Minta Kementerian BUMN Optimal Lawan Virus Corona
Pandemi Corona Bikin Bumi Jadi Sunyi dan Getarannya Berkurang
Cerita Satu Keluarga Bagikan Makan Siang di Tengah Pandemi Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami