Beringasnya Demonstran Hong Kong, Rusak MRT sampai Lempar Molotov

DUNIA | 28 Agustus 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Demo masyarakat Hong Kong soal rancangan undang-undang ekstradisi ke China makin memanas. Masyarakat merusak hampir seluruh fasilitas negara, salah satunya MRT. Sejumlah pengunjuk rasa melemparkan bom molotov dan batu bata ke arah petugas. Tiang lampu yang dilengkapi kamera pemantau dirobohkan. Beberapa yang lain menaruh bambu-bambu untuk menghalangi jalan.

Dan di balik demo Hong Kong ini, ada banyak hal yang perlu diketahui. Berikut fakta-fakta di balik demo Hong Kong yang sudah berlangsung hingga 13 pekan:

1 dari 3 halaman

Menyamarkan Identitas

Demonstran beramai-ramai menyamarkan identitasnya saat melakukan aksi. Alasannya, mereka khawatir apabila identitas mereka terungkap oleh aparat berwenang dan kemudian dituntut atas beragam tuduhan. Sejak kericuhan pada bulan Juni lalu, terhitung sudah ada sekitar 700 orang yang ditangkap oleh pihak berwenang.

“Kita (demonstran) perlu menyembunyikan diri sehingga jika nanti tertangkap kamera, kita (demonstran) aman,” ujar salah seorang demonstran yang identitasnya disembunyikan karena alasan keamanan.

Pengunjuk rasa tersebut mengaku khawatir apabila polisi menemukannya dan melakukan tindakan kekerasan pada dirinya. Kemungkinan lain yang dikhawatirkan adalah apabila aparat mengidentifikasinya secara daring hingga mengancam keberadaan keluarga maupun teman-temannya.

2 dari 3 halaman

Melempar Bom Molotov

Polisi Hong Kong menangkap 36 demonstran, Senin (26/8). Para demonstran saling bentrok sengit dengan kepolisian setempat. Para pengunjuk rasa melemparkan bom molotov ke pasukan keamanan yang menanggapi dengan meriam dan gas air mata.

Dari 36 orang yang ditangkap, di antaranya 29 pria dan 7 wanita, berusia 12 sampai 48 tahun. Mereka ditangkap karena pelanggaran termasuk majelis yang melanggar hukum, kepemilikan senjata ofensif dan menyerang petugas polisi.

3 dari 3 halaman

Berekspresi Melalui Tato di Badan

Pendemo juga menyalurkan aspirasi melalui sebuah tato di tubuh mereka. Tato itu bergambang payung, mata berdarah, hingga bunga bauhinia, yang berarti ikon yang memberi arti baru dalam demonstrasi di Hong Kong.

Mengapa bergambar payung? Karena payung menjadi bentuk protes dalam beberapa bulan terakhir di Hong Kong, sebagai perisai terhadap gas air mata dan polisi antihuru-hara. (mdk/has)

Baca juga:
Cerita tentang Gas Air Mata Buatan China yang Diminati Negara Arab sampai Venezuela
Polisi Hong Kong Tangkap Pendemo Berusia 12 Tahun
29 Orang Ditangkap pada Aksi Unjuk Rasa di Hong Kong
Polisi Tembaki Demonstran Hong Kong dengan Peluru Karet
Pembebasan Staf Konsulat Inggris Kembali Picu Ketegangan Hong Kong

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.