Bersedia Pindah ke Kota di Italia Ini, Pemerintah Siap Tanggung Biaya Sewa Rumah

Bersedia Pindah ke Kota di Italia Ini, Pemerintah Siap Tanggung Biaya Sewa Rumah
DUNIA | 18 Februari 2020 19:35 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Teora, sebuah kota di selatan Campania, memikat orang-orang untuk tinggal di kota itu dan pemerintah siap menanggung biaya sewa rumah. Sejumlah kota di Italia terancam kekurangan populasi dan salah satu cara menarik orang pindah adalah menyiapkan hunian gratis atau berbiaya sewa dengan nilai yang sangat murah.

Kesepakatan senilai 1 Euro telah sukses besar di Italia, dengan kota-kota dari Sisilia di selatan hingga Alpen utara menarik penduduk baru yang berkomitmen untuk berinvestasi dalam renovasi besar-besaran, namun dikhawatirkan mereka yang membelinya hanya membeli untuk hunian saat liburan, bukan untuk menetap.

Teora menilai rencananya akan lebih baik. Disebutkan pihak pemerintah setempat akan membayar 150 Euro atau USD 162 biaya menyewa rumah kosong di sana selama dua tahun, atau menawarkan mereka untuk membeli dengan harga 5.000 Euro.

Pembeli harus tinggal di Teora selama setidaknya tiga tahun, dan mereka harus sudah memiliki setidaknya satu anak ketika mereka mendaftar.

"Saya tidak percaya menjual rumah kosong seharga 1 Euro, itu tidak mendorong orang untuk tinggal di kota," kata Wali Kota Teora, Stefano Farina, kepada CNN, dikutip Selasa (18/2).

"Mereka datang hanya beberapa bulan dalam setahun sebagai turis. Itu bukan solusinya. Tetapi mengambil residensi dan mendaftarkan anak-anak di sekolah setempat, itu memang memberi napas kehidupan baru."

Menurut Farina, populasi kota menurun secara dramatis setelah gempa bumi pada tahun 1980, yang menyebabkan kerusakan parah pada Teora, serta dekat Lioni, dan tidak pernah sepenuhnya pulih.

"Dua bayi dilahirkan (di Teora) setiap tahun versus 20 tetua yang meninggal," jelasnya.

"Kami turun ke hampir 1.500 penduduk. Setelah gempa mengerikan banyak anak muda melarikan diri.

Saat ini sewa di sini dapat menelan biaya 200 Euro per bulan, sementara rumah seluas 100 meter persegi hanya dijual dengan harga 30.000 Euro.

Ini berarti mereka yang memilih untuk menyewa salah satu properti dapat membayar hanya 50 Euro per bulan.

Sementara itu, harga final sebuah rumah akan menyusut menjadi sekitar 25.000 Euro karena adanya tanggungan 5.000 Euro dari pemerintah kota. Rumah-rumah yang tersedia semuanya dalam kondisi baik, karena dibangun kembali dari awal setelah gempa - beberapa bahkan dilengkapi dengan perabotan.

Kota ini juga menawarkan penghapusan biaya makan sekolah dan pajak lokal untuk layanan lokal.

1 dari 1 halaman

Kota yang indah ini terletak di kaki Gunung Cresta del Gallo. Bentang alam perbukitan Teora yang hijau pernah dihuni oleh orang Samni, suku Italia kuno yang menentang pemerintahan Roma Kuno. Namanya berasal dari kata Latin "tugurium," yang berarti "pondok batu dan jerami."

Anak sungai Fiumicello dari sungai Ofanto adalah salah satu objek wisata yang indah, dan daerah ini juga memiliki berbagai rute trekking di sepanjang jalan gembala tua.

Banyak rumah tidak dihuni. Bahkan, ada hampir 100 bangunan kosong mencari penghuni baru.

"Itulah masalahnya. Kita memiliki terlalu banyak rumah baru, tetapi rumah kosong yang menjadi beban bagi pemilik pribadi yang sekarang tinggal di luar negeri," kata Farina. (mdk/pan)

Baca juga:
7 Cara Membuat Pizza Buah Lezat yang Menyegarkan ala Rumahan
Poster Qassim Sulaimani Muncul di Kota-Kota Italia
Kemeriahan Parade Perahu Unik di Karnaval Venesia
Kereta Cepat Italia Tergelincir, 2 Orang Tewas
Berwisata di Bawah Bayang-Bayang Corona
Bila Hewan-hewan Peliharaan Menghadiri Misa di Gereja

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami