Bersikap Ksatria, Rahul Gandhi Akui Kekalahan dalam Pemilu India

DUNIA | 24 Mei 2019 16:50 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Rahul Gandhi, presiden Partai Kongres yang menjadi oposisi, kemarin mengakui kekalahannya dalam Pemilu India. Rahul harus kehilangan kursi parlemen di daerah pemilihan Amethi, wilayah utara India di Negara Bagian Uttar Pradesh, yang sebelumnya pernah dikuasai oleh tiga anggota keluarga Gandhi selama lebih dari 50 tahun.

"Smriti Irani (dari partai berkuasa, BJP) sudah menang di Amethi dan saya mengucapkan selamat. Rakyat Amethi sudah memutuskan mandatnya," kata Gandhi dalam jumpa pers kemarin, seperti dilansir laman Aljazeera, Jumat (24/5).

Perdana Menteri Narendra Modhi dari Partai BJP mengalahkan Partai Kongres dan sejumlah partai daerah.

Partai Kongres sudah menguasai Amethi di Uttar Pradesh sejak 1967, kecuali pada 1977-1980 dan 1998-1999.

Gandhi, 48 tahun, meraih kemenangan pada 2004, 2009, dan 2014.

Kekalahan Partai Kongres dari BJP ini memupus harapan Gandhi untuk menjadi orang keempat di keluarganya yang memimpin negara dengan demokrasi terbesar di dunia.

Hasil perhitungan pemilu sementara menunjukkan Partai Kongres hanya meraih 50 kursi dari 301 yang dimenangkan BJP.

"Saya tak bisa berkomentar dengan hasil hari ini. Saya ingin mengatakan perjuangan kami adalah perjuangan untuk ideologi. Saya ingin mengatakan kepada para pemimpin kami, baik yang menang dan kalah, jangan khawatir, jangan kehilangan kepercayaan diri. Kita akan berjuang untuk ideologi kita," kata Gandhi.

"Tidak masalah dengan apa yang sudah terjadi. Sejujurnya, rakyat India sudah memutuskan Modi harus jadi perdana menteri. Sebagai orang India, saya menerima itu," kata dia.

Rahul adalah putra dari Sonia dan Rajiv Gandhi, cucu dari mendiang Perdana Menteri India, Indira Gandhi, cicit dari Perdana Menteri India pertama Jawaharlal Nehru.

Nehru menolak keras nasionalisme Hindu dan berjuang mendirikan India sebagai negara sekuler, visi yang masih dipertahankan partai modern India.

Namun di bawah kepemimpinan Modi, kelompok nasionalis Hindu menguasai banyak kursi pemerintahan.

Baca juga:
Narendra Modi Kembali Menang Pemilu, Janjikan India yang Lebih Inklusif
Google Tak Bisa Diakses Jelang Pengumuman Pemilu India
India Matikan Internet Saat Pemilu?
Gaya Seleb Bollywood Pamer Jari Ungu Usai Nyoblos Pemilu 2019
Pria India Potong Jari Sendiri karena Menyesal Salah Pilih Partai dalam Pemilu
Perjuangan KPU India Distribusikan Mesin Pemungutan Suara ke Daerah Terpencil

(mdk/pan)