Bertemu Raja Malaysia, Anwar Ibrahim Serahkan Klaim Dukungan Mayoritas Parlemen

Bertemu Raja Malaysia, Anwar Ibrahim Serahkan Klaim Dukungan Mayoritas Parlemen
DUNIA | 13 Oktober 2020 17:05 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan bahwa raja akan mempelajari dokumen-dokumen yang telah dia sampaikan kepada anggota parlemen yang mendukung upayanya untuk membentuk pemerintahan baru, sambil berkonsultasi dengan para pemimpin dari berbagai partai politik.

Berbicara pada konferensi pers setelah audiensi dengan Raja Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah di Istana Negara, Anwar mengatakan, "Dengan dokumen-dokumen ini, sangat jelas bahwa kami telah mendaftarkan mayoritas yang tangguh dan meyakinkan di antara anggota parlemen," ujarnya seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (13/10).

"Saya akan mengimbau rakyat Malaysia untuk melatih kesabaran, kebijaksanaan dan untuk membiarkan raja mencerna, memutuskan berdasarkan semangat Konstitusi dan kebijaksanaan Yang Mulia," imbuhnya.

Anwar juga menekankan bahwa Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah kehilangan mayoritas di parlemen dan pantas baginya untuk mengundurkan diri.

Dia menambahkan bahwa audiensi dengan raja bukan tentang menang atau kalah, tetapi untuk membangun negara yang "progresif dan adil" untuk mengatasi Covid-19 dan meningkatkan perekonomian.

Anwar mengungkapkan bahwa dia mengetahui beberapa kekhawatiran yang diungkapkan publik bahwa daftar anggota parlemen yang mendukungnya sebagian besar adalah bumiputera Muslim-Melayu.

"Izinkan saya menegaskan kembali dan secara tegas meyakinkan orang Malaysia pada umumnya - ini adalah Malaysia dan kami harus memberikan hak kepada setiap warga negara di negara ini," ucapnya.

Menanggapi pertanyaan dari wartawan, Anwar juga menegaskan bahwa dia memiliki lebih dari 120 anggota parlemen yang mendukung pencalonannya.

Pemerintahannya ke depan, akan menjadi "pemerintahan yang inklusif" dan tidak ada "pembalasan politik atau pribadi" terhadap siapa pun. Namun, dia menegaskan bahwa tidak ada "kesepakatan" yang dibuat dengan individu mana pun.

"Sangat penting untuk menghargai bahwa saya telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa kami berkomitmen terhadap reformasi kelembagaan, independensi peradilan, dan supremasi hukum. Jadi tidak ada pertanyaan tentang pemotongan kesepakatan dengan individu, seperti yang dituduhkan oleh beberapa pihak - itu sama sekali tidak relevan dan tidak bertanggung jawab," kata Anwar.

Baca Selanjutnya: Bukan Daftar Nama Anggota Parlemen...

Halaman

(mdk/bal)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami