Bill Gates Jawab Teori Konspirasi Mikrocip di Vaksin Corona: Bodoh dan Aneh

Bill Gates Jawab Teori Konspirasi Mikrocip di Vaksin Corona: Bodoh dan Aneh
DUNIA | 11 Juni 2020 11:38 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Pendiri Microsoft, Bill Gates kembali menanggapi tudingan terhadap dirinya terkait teori konspirasi mikrocip di dalam vaksin corona. Dia menyebut menggunakan vaksin corona untuk menanamkan mikrocip pada manusia agar bisa diawasi adalah teori yang sangat bodoh.

Pernyataan itu diucapkan Gates saat dihubungi wartawan pada hari Kamis menjelang pengumuman bahwa Yayasan Bill & Melinda Gates akan menjanjikan dan USD 1,6 miliar lagi untuk aliansi vaksin Gavi, New York Post melaporkan seperti dikutip Al Arabiya, Kamis (11/6).

"Di satu sisi, ini sangat aneh, Anda hampir ingin melihatnya sebagai sesuatu yang lucu, tapi saya kira itu benar-benar bukan hal yang lucu. Saya tidak pernah terlibat dalam jenis mikrocip apa pun," kata Gates tentang teori yang ramai jadi perbincangan di dunia maya itu.

"Hampir sulit untuk menyangkal hal ini karena itu sangat bodoh atau aneh sehingga untuk mengulanginya (membahasnya) sepertinya memberikan kredibilitas," tambahnya.

1 dari 1 halaman

Dalam teori konspirasi yang ramai dibahas itu menyatakan bahwa pendiri Microsoft akan menggunakan pandemi coronavirus sebagai kesempatan untuk membuat vaksin yang berisi mikrocip yang mampu melacak seluruh populasi.

Teori itu telah dibantah, tetapi telah mendapatkan daya tarik. Sebuah jajak pendapat Yahoo News / YouGov menemukan 44 persen dari Partai Republik setuju dengan teori konspirasi, Yahoo melaporkan.

Hanya 26 persen Republikan yang secara akurat mengidentifikasi cerita itu sebagai palsu, sementara 19 persen Demokrat juga meyakini teorinya.

Gates mencatat bahwa meskipun teorinya mungkin "bodoh", teori ini memang berpotensi memberikan hasil yang menghancurkan, dan secara aktif dapat membahayakan langkah-langkah pengurangan coronavirus yang kritis yang sedang dilaksanakan.

"Jika Anda tidak mendapatkan serapan luas, maka Anda tidak akan memiliki efek dramatis yang ingin Anda miliki, yang berarti bahwa risiko reintroduksi sangat rendah sehingga Anda dapat kembali memiliki hal-hal seperti acara olahraga besar," kata Gates.

"Informasi yang salah bisa menahan kita di beberapa titik, tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa itu menyakiti kita pada tahap ini," ujarnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Pemakaian Masker Secara Luas Dapat Cegah Gelombang Kedua Covid-19
Pangeran Joachim Belgia Kena Denda Rp 166 Juta Setelah Langgar Lockdown di Spanyol
Di India Virus Corona Dianggap Sebagai Dewi dan Disembah
Presiden Tanzania Klaim Negaranya Bebas Covid-19 Berkat Kekuatan Doa
Kelamaan Kosong, Tribun Allianz Arena Ditumbuhi Gulma

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami