Boko Haram Kembali Galang Kekuatan, Militer Nigeria Kewalahan karena Korupsi

DUNIA | 20 Februari 2019 06:35 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Seorang prajurit Nigeria dengan tatapan tajam melihat kamera: "Kita tidak punya cukup senjata," kata dia. "Kita tidak bisa hanya menyia-nyiakan hidup kita," lanjutnya.

Aktivis oposisi Nigeria, yang menyebarkan video tersebut secara luas mengatakan video itu menunjukkan tentara Nigeria melarikan diri dari serangan Boko Haram, kelompok ekstremis kejam yang menebar teror di timur laut Nigeria, pada bulan Desember. Para pejabat militer mengatakan rekaman itu berasal dari 2014, titik nadir perjuangan mereka melawan para militan.

Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari mulai berkuasa sejak 2015 dan berjanji membasmi Boko Haram. Pelantikannya disertai keberhasilan militer. Para pemberontak diusir dari kota-kota dan diasingkan ke hutan. Namun keberhasilan ini disertai tiga tahun kebuntuan, tiga tahun yang sekarang mulai terlihat seperti kekalahan.

Dilansir dari The Economist, Selasa (19/2), kegagalan mengendalikan hutan dan rawa yang sering dilewati dan menjadi tempat perlindungan kelompok ini, para jenderal Nigeria memperkuat "dusun strategis" untuk memisahkan petani dari gerilyawan. Tujuannya, menurut pemerintah Nigeria, adalah untuk mengumpulkan orang-orang menuju benteng yang dikelilingi parit tanah dan dijaga tentara.

Sementara itu Boko Haram dan cabang-cabangnya dibiarkan mengumpulkan kekuatan. Tahun lalu mereka menyerang pangkalan militer dan benteng pertahanan di berbagai kota. Pada Desember mereka merebut Baga, sebuah kota di tepi Danau Chad, termasuk pangkalan militer. Tentara berhasil mengusir mereka dua pekan kemudian.



Pada bulan Januari, Boko Haram dua kali menyerbu Rann, dekat perbatasan Kamerun, menewaskan sedikitnya 60 warga sipil. Banyak prajurit meninggalkan pos mereka. PBB mengatakan 60.000 orang telah meninggalkan rumah mereka dalam tiga bulan terakhir.

Persenjataan dalam kondisi buruk dan mulai berkarat membuat garnisun atau benteng di kota-kota kecil rentan diserang. Setelah Boko Haram membunuh setidaknya 44 tentara di Kota Metele, korban selamat merekam video yang mengecam kondisi tank era Soviet yang telah diberikan kepada mereka untuk mempertahankan pangkalan itu. Persenjataan yang buruk dan berkarat tersebut bukan karena kekurangan uang.

Mantan Presiden Goodluck Jonathan mengalokasikan miliaran dolar untuk membeli senjata. Namun sebagian besar uang tersebut dikorupsi. Penasihat Keamanan Nasional di era pemerintahan Jonathan, Sambo Dasuki didakwa dengan penipuan dan dituduh menyelewengkan dana USD 2,1 miliar dari anggaran persenjataan. Jaksa penuntut menuduh sebagian besar anggaran tersebut digunakan Jonathan dan Partai Demokrat Rakyat untuk membeli suara menjelang Pemilu pada 2015.

Pemerintahan Buhari kembali menggelontorkan anggaran besar untuk pasukan bersenjata. Pada Desember 2017, pemerintah mengambil USD 1 miliar dari kelebihan anggaran minyak Nigeria, dana berlimpah untuk perang. Namun pengawasan penggunaan anggaran ini sangat minim dan banyak pihak curiga anggaran itu juga dikorupsi.

Ketidakmampuan militer ini bertepatan dengan kebangkitan ISWAP, sebuah faksi Boko Haram yang bersekutu dengan ISIS yang dikaitkan dengan sebagian besar serangan baru-baru ini. Militer adalah sasaran utama ISWAP. Akademisi dari Universitas Miami, Alex Thurston mengatakan serangan itu membantu membangun momentum, karena sering disertai perampasan pasokan dan senjata dari pangkalan yang diserang.

Kemunduran militer di timur laut berdampak pada kampanye Buhari dalam rangka memenangkan Pemilu yang berlangsung 16 Februari pekan lalu. Klaim Buhari bahwa militer berhasil mengalahkan Boko Haram dinilai omong kosong.

Baca juga:
Kelompok Boko Haram Culik 50 Penebang di Nigeria
Boko Haram serang dua desa di Nigeria, 9 orang tewas
Polisi Nigeria tangkap militan Boko Haram yang culik gadis Chibok
Terobos kamp penampungan, Boko Haram bunuh 4 orang warga sipil
Laporan UNICEF: Boko Haram culik lebih dari 1.000 anak
Bom bunuh diri di Nigeria libatkan 4 remaja perempuan

(mdk/pan)

TOPIK TERKAIT